Polisi Beri Teguran Lisan kepada Pengemudi yang Bikin Konten dengan Aksi Zig-zag di Tol Becakayu

- Sabtu, 07 Maret 2026 | 15:50 WIB
Polisi Beri Teguran Lisan kepada Pengemudi yang Bikin Konten dengan Aksi Zig-zag di Tol Becakayu

Video itu beredar cepat di media sosial. Tampak lima mobil beriringan di Tol Becakayu, Rabu malam lalu, bergerak tak lazim. Mereka berpindah-pindah lajur, dari satu ke tiga, membentuk formasi zig-zag yang memacetkan virtual ruas tol itu. Meski lalu lintas terlihat sepi, aksinya jelas berbahaya dan langsung memicu kecaman.

Setelah diselidiki, polisi akhirnya menemui keenam pengemudi yang terlibat. Rata-rata usianya masih muda, sekitar 25 tahun, dan mereka semua sudah punya SIM. Motifnya ternyata sederhana: buat konten.

Kasat Lantas PJR Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Reiki Indra Brata Manggala, menjelaskan lebih lanjut.

"Motifnya mereka membuat konten sekaligus untuk menjual mobil karena sebagaian dari mereka bekerja sebagai jual beli mobil," ujarnya pada Sabtu (7/3/2026).

Alih-alih menjatuhkan tilang, polisi memilih memberi teguran lisan. Pendekatannya lebih ke preventif dan edukasi.

"Kami datangi para pengendara tersebut dan kami memberikan teguran lisan dan imbauan-imbauan yang bersifat edukatif dengan harapan tidak mengulangi perbuatannya," kata Reiki.

Menurutnya, para pengemudi itu sudah menyampaikan permohonan maaf. "Kita lebih mengedepankan upaya preventif dan memberikan pengarahan yang bersifat edukatif," tambahnya.

Namun begitu, aksi mereka bukan tanpa risiko. Perilaku zig-zag seperti itu, meski di tol yang sepi, sangat berpotensi memicu kecelakaan. Bayangkan jika ada kendaraan lain melaju kencang dari belakang. Sudah pasti bahayanya sangat besar.

Masyarakat punya alasan untuk resah. Jalan tol bukan arena balap atau lokasi syuting. Kelakuan iseng demi konten semacam ini, selain melanggar aturan, benar-benar mengabaikan keselamatan bersama.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar