Harga Pangan Mulai Stabil, Inflasi Terkendali di Pertengahan Ramadan

- Sabtu, 07 Maret 2026 | 15:55 WIB
Harga Pangan Mulai Stabil, Inflasi Terkendali di Pertengahan Ramadan

Memasuki pertengahan Ramadan, ada kabar yang cukup melegakan dari pasar. Andi Amran Sulaiman, yang merangkap sebagai Menteri Pertanian dan Kepala Bapanas, menyebut harga pangan pokok mulai menunjukkan stabilitas. Bahkan, tren penurunannya sudah terlihat.

Amran mengakui memang ada beberapa barang strategis yang harganya masih merangkak naik. Tapi menurutnya, kondisi itu masih wajar-wajar saja. "Saya sudah cek tadi, masih relatif stabil. Ada naik daging ayam ras. Itu yang agak menguat sedikit, sesuai rapat inflasi. Relatif aman,"

Ucapnya saat jumpa pers di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Jumat lalu.

Dia meminta publik melihat kenaikan tipis itu dari sisi lain. Menurut Amran, keseimbangan pasar perlu dijaga agar produsen, seperti peternak, juga bisa dapat rezeki menjelang Lebaran. "Sudahlah kalau naik 0,6 persen, sayangilah juga peternak kita sedikit, supaya dia dapat baju Lebaran,"

"(Jadi) cabai rawit turun. Cabai merah, turun. Tadi bawang merah juga. Bawang putih juga turun," tambahnya lagi.

Data dari BPS sepertinya mendukung pernyataan itu. Hingga akhir Februari lalu, harga daging ayam ras nasional memang rata-rata Rp41.013 per kilo sedikit di atas acuan konsumen Rp40.000. Tapi jangan salah, tren penurunan justru terjadi di banyak daerah. Setidaknya ada 84 kabupaten dan kota yang catatan harganya untuk ayam ras sudah membaik.

Penurunan lebih masif justru terjadi pada komoditas hortikultura. Cabai rawit turun di 79 daerah, cabai merah di 128 wilayah. Bawang putih dan merah juga ikut merosot, masing-masing di 147 dan 227 kabupaten/kota. Angka-angka itu menunjukkan perbaikan yang cukup signifikan.

Lalu bagaimana dengan inflasi secara keseluruhan? Ternyata masih terkendali. Komponen pangan volatil di Februari 2026 tercatat 2,50% secara bulanan, berkontribusi 0,41% terhadap inflasi umum. Secara tahunan, angkanya 4,64% masih aman dalam sasaran pemerintah 3-5%.

Kalau dibandingkan dengan Ramadan-Ramadan sebelumnya, kondisi tahun ini jelas lebih baik. Inflasi pangan tahunan di Ramadan 2022 lalu 5,48%, naik jadi 5,83% di 2023, dan bahkan pernah melonjak hingga 10,33% pada Ramadan tahun lalu. Jadi, stabilitas yang terjadi sekarang patut disyukuri, meski tentu pengawasan ketat tetap harus berjalan sampai Lebaran usai.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar