Di sisi lain, Agus menyebut bahwa dropping logistik bukan cuma pakai helibox. Teknik payung udara juga sudah diterapkan. “Kemarin sudah dilaksanakan di Aceh Tamiang. Hari ini kita laksanakan sistem carrier delivery system menggunakan pesawat CN dan Hercules,” jelasnya.
Namun begitu, ada hal lain yang ditekankannya. Keselamatan personel adalah prioritas utama dalam setiap operasi bantuan. Apalagi, kita sudah kehilangan beberapa pahlawan. Tiga prajurit TNI, dua anggota Polisi Militer, dan satu Babinsa dilaporkan gugur di Padang setelah hanyut terseret banjir saat bertugas.
“Saya tekankan pada prajurit TNI untuk tetap menjaga keamanan personel dan alutsista,” kata Agus menegaskan.
Jadi, di balik video viral yang tampak kurang rapi itu, ada pertimbangan teknis dan keselamatan yang jadi alasannya. Upaya bantuan terus berjalan, meski dengan segala keterbatasan dan risiko yang ada di lapangan.
Artikel Terkait
Gerakan Rakyat Resmi Berkibar Jadi Partai, Sahrin Hamid Pimpin Transformasi
Harapan dan Doa di Pondok Bambu untuk Yoga, Korban Hilang Pesawat Maros
Dari Tunanetra Jadi Terapis Andalan, Andry Buktikan Disabilitas Bukan Halangan Berkarya
Puisi: Arsip Sunyi yang Menyimpan Kekecewaan Publik