Di tengah panasnya terik Sumatera Selatan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turun langsung ke lahan. Sabtu lalu (7/3/2026), di Ogan Ilir, ia memimpin gerakan penanaman jagung serentak. Acara ini bukan sekadar seremonial. Sigit menegaskan, ini adalah bentuk dukungan nyata Polri terhadap langkah pemerintah menghadapi badai ketidakpastian global.
Konflik di Timur Tengah, yang memicu lonjakan harga minyak dunia, jadi latar belakangnya. Sigit menyebut angka dengan rinci.
Menurut Sigit, situasi semacam ini mengingatkan pada pesan penting Presiden. Intinya, Indonesia harus mandiri, tidak boleh bergantung pada negara lain. Apalagi saat banyak negara mulai menutup keran ekspor pangan dan energi untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya sendiri.
Nah, penanaman jagung di lahan seluas lebih dari 3 ribu hektar ini adalah salah satu wujud nyatanya. Sigit lantas berfilsafat kecil tentang kekayaan alam Indonesia. Ia menyebut karunia Allah SWT yang luar biasa, tanah yang gemah ripah loh jinawi. Bahkan ia menyelipkan lirik lagu Koes Plus untuk menggambarkan kesuburannya: 'tongkat kayu dan batu jadi tanaman'. "Itulah hebatnya Indonesia," tuturnya.
Artikel Terkait
Presiden Iran Minta Maaf ke Negara Tetangga di Tengah Eskalasi Konflik
Turis Malaysia Terbang Khusus ke Jakarta untuk Ikuti Perang Takjil di Benhil
Valorant Gelar Event FTW Night Queue dengan Hadiah Eksklusif Mulai Maret 2026
Presiden Iran Kecam AS-Israel dalam Telepon dengan Putin, Desak Dukungan Internasional