Di tengah hiruk-pikuk gaya hidup yang serba wah dan glamor, memilih untuk hidup sederhana terasa seperti berenang melawan arus. Lihat saja di sekitar, banyak orang seakan terjebak dalam pusaran kesenangan duniawi dan kemewahan. Semuanya serba instan, serba penuh gengsi. Tapi, di balik semua gemerlap itu, ada ketenangan yang justru sering terabaikan.
Nah, dalam Lentera Kalbu edisi kali ini, Ustazah Munifah Syanwani akan mengajak kita membahas hal ini. Bagaimana caranya tetap sederhana meski lingkungan sekitar mengutamakan materi? Bukan perkara mudah, tentu saja.
Namun begitu, menurut Ustazah, justru di situlah letak kekuatannya.
Hidup yang puas dan tenang itu sebenarnya bisa datang dari hal-hal kecil. Tidak perlu selalu ikut arus untuk merasa bahagia. Dengan kata lain, kita bisa menikmati hidup tanpa harus terjerumus dalam gaya hidup hedonis yang hanya mengejar kesenangan sesaat.
Intinya, sederhana bukan berarti miskin atau kekurangan. Sederhana lebih soal kejernihan batin. Tentang merasa cukup dengan apa yang ada, dan menemukan kedamaian di tengau kebisingan dunia.
Artikel Terkait
Wali Kota Makassar Ancam Copot Kepala Sekolah yang Paksa Iuran untuk Acara Perpisahan
Polri Bongkar Mafia BBM Subsidi, Rugikan Negara Rp243 Miliar dalam 13 Hari
KPK Periksa Karyawan Perusahaan Milik Bupati Pekalongan Terkait Dugaan Pengondisian Proyek
PM Australia Ucapkan Terima Kasih atas Ekspor Pupuk Urea 250.000 Ton dari Indonesia