Kabupaten Agam dan Kota Solok menjadi wilayah yang paling menderita akibat banjir dan tanah longsor di Sumatera Barat. Kerusakannya cukup parah, terutama pada infrastruktur vital seperti jembatan dan jalan.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto secara khusus menyoroti kedua daerah itu.
ungkapnya dalam keterangan pers Minggu (30/11). Situasi di Agam sungguh memilukan. Korban jiwa dilaporkan mencapai 87 orang, sementara 76 warga lainnya masih hilang, terperangkap atau tersapu oleh amukan alam.
Namun begitu, ceritanya agak berbeda di Kabupaten Padang Pariaman. Di sana, nuansanya mulai berubah. Warga yang sempat mengungsi terlihat sudah mulai berani pulang ke rumah mereka masing-masing. Mereka seperti menjalani rutinitas baru; siang hari membersihkan rumah, malam hari kadang kembali ke tempat pengungsian, mungkin karena rasa trauma atau sekadar memanfaatkan dapur umum yang sudah beroperasi.
Bantuan Masih Mengalir Lewat Darat
Di tengah semua keterbatasan, ada kabar yang cukup melegakan. Suharyanto menegaskan bahwa secara umum, distribusi bantuan logistik ke wilayah Sumatera Barat masih bisa dilakukan melalui jalur darat. Rute-rute utama sebagian besar masih dapat dilalui kendaraan pengangkut.
Artikel Terkait
Aubameyang Jadi Pahlawan, Marseille Balikkan Keunggulan Lyon 3-2 di Injury Time
Go Ahead Eagles Kalahkan Excelsior 1-0, Jonathans dan James Turun Bermain
Muhammadiyah Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026
Imsak Jatuh Pukul 04.17 WIB untuk Warga Yogyakarta Hari Ini