Wall Street Waspada: Euphoria AI Mulai Dipertanyakan Jelang Potensi The Fed Turunkan Suku Bunga

- Senin, 01 Desember 2025 | 05:45 WIB
Wall Street Waspada: Euphoria AI Mulai Dipertanyakan Jelang Potensi The Fed Turunkan Suku Bunga

Wall Street sepertinya bakal menghadapi pekan yang cukup stabil. Tapi jangan salah, di balik stabilitas itu ada sejumlah faktor yang bikin investor harus tetap jaga-jaga. Salah satu yang paling disoroti adalah sinyal profitabilitas dari perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang kecerdasan buatan atau AI.

Nah, pekan lalu sebenarnya saham sempat rebound setelah mengalami penurunan terburuk sejak April. Apa penyebabnya? Keyakinan pasar bahwa The Fed akan memotong suku bunga pada Desember nanti. Tapi meski begitu, beberapa saham unggulan tetap aja bergerak fluktuatif. Ambil contoh Nvidia dan Alphabet, yang harganya masih sangat dipengaruhi oleh perkembangan terbaru di dunia AI.

Menurut sejumlah analis, pasar ekuitas masih akan tetap sensitif. Kekhawatiran soal valuasi yang dinilai terlalu tinggi akhir-akhir ini sedikit banyak telah meredam semangat perdagangan yang sebelumnya mendorong kenaikan pasar.

"Narasi seputar profitabilitas AI mulai dipertanyakan," ujar Matthew Maley, kepala strategi pasar di Miller Tabak.

"Kalau isu ini malah makin besar seiring kita masuk Desember, ya ini bisa jadi masalah serius buat pasar," tambahnya.

Di tengah semua ini, indeks S&P 500 sebenarnya sudah naik sekitar 16 persen sepanjang 2025. Dan kita tahu, akhir tahun biasanya periode yang kuat buat indeks ini. Faktanya, Desember tercatat sebagai bulan ketiga terbaik buat S&P 500 dengan kenaikan rata-rata 1,43 persen sejak 1950.

Tapi investor tetap waspada. Mereka mencari tanda-tanda penurunan selera risiko. Salah satu indikator yang mereka pantas adalah harga bitcoin. Dalam beberapa hari terakhir, bitcoin anjlok di bawah USD90.000. Padahal awal Oktober harganya masih di atas USD125.000. Turun drastis.

"Bitcoin itu semacam proksi risiko untuk ekuitas, jadi kami pasti bakal memantaunya dengan cermat," jelas King Lip, kepala strategi di BakerAvenue Wealth Management.

Akibat rebound tersebut, S&P 500 pada Rabu kemarin tercatat turun 1 persen dari rekor tertingginya di akhir Oktober. Nasdaq Composite bahkan turun lebih dalam, 3 persen dari puncaknya.

Saham teknologi jadi beban utama indeks. Muncul pertanyaan-pertanyaan kapan investasi besar-besaran di infrastruktur AI bakal balik modal. Wall Street juga mengamati dampak dari penerbitan obligasi oleh perusahaan teknologi besar untuk mendanai ekspansi AI mereka.

"Investor mulai mempertimbangkan kembali seberapa cepat semua ini... akan berdampak pada laba bersih," kata Paul Nolte, penasihat kekayaan senior dan ahli strategi pasar di Murphy & Sylvest Wealth Management.


Halaman:

Komentar