Jakarta - Suasana tegang di Timur Tengah, menyusul eskalasi konflik antara Iran dan Israel, kini merambah ke dunia penerbangan. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi pun tak tinggal diam. Ia secara khusus mengimbau maskapai yang punya rute internasional ke atau melintasi kawasan itu untuk meningkatkan kewaspadaan.
Imbauan ini bukan tanpa alasan. Sudah ada beberapa operator penerbangan yang merasakan dampaknya. Sebagian penerbangan terpaksa dibatalkan, meski ada juga yang masih berjalan normal. "Untuk itu, kami imbau maskapai meningkatkan kewaspadaan," tegas Menhub Dudy dalam keterangannya di Jakarta, Senin (2/3/2026).
Ia juga meminta para penumpang untuk aktif memantau perkembangan informasi terbaru dari maskapai masing-masing.
Faktanya, sejumlah maskapai asing sudah lebih dulu mengambil langkah antisipasi. Sejak ketegangan memuncak, mereka membatalkan atau menghentikan operasi penerbangan dari dan menuju kota-kota di Timur Tengah. Daftarnya cukup panjang, mencakup nama-nama besar seperti Emirates, Qatar Airways, Singapore Airlines, hingga Malaysia Airlines.
Namun begitu, situasi tiap maskapai bisa berbeda. Ethiopian Airlines, contohnya, masih beroperasi seperti biasa tapi menghindari rute ke Amman dan Tel Aviv. Saudia Airlines disebutkan masih melakukan pemantauan ketat.
Bagaimana dengan maskapai Indonesia? Kabarnya, dua operator yang melintasi ruang udara tersebut Garuda Indonesia dan Lion Air saat ini belum terdampak langsung. Penerbangan mereka menuju Jeddah masih berjalan. Hanya saja, untuk berjaga-jaga, Garuda dikabarkan merelokasi rute penerbangannya ke Amsterdam melalui Kairo, Mesir.
Di sisi lain, aspek keselamatan tetap jadi prioritas utama. Kemenhub mengaku terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari Airnav Indonesia, maskapai, pengelola bandara, hingga otoritas penerbangan asing. Tujuannya jelas: memastikan informasi keamanan selalu mutakhir dan penerbangan tetap aman serta lancar.
Langkah serupa juga diambil sejumlah negara. Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan beberapa negara lain bahkan sudah menutup ruang udaranya sementara untuk semua jenis penerbangan.
"Kami telah berkoordinasi dan meminta maskapai memonitor kondisi ruang udara Timur Tengah, termasuk untuk perjalanan umroh," ungkap Dudy.
Menyikapi pembatalan dan penyesuaian yang terjadi, Menhub juga telah meminta maskapai dan pengelola bandara memberikan penanganan yang layak bagi penumpang yang terdampak. Mulai dari urusan dokumen di imigrasi, akomodasi, hingga penjadwalan ulang penerbangan, semuanya harus mengikuti prosedur yang berlaku.
Yang penting, Dudy memastikan operasional penerbangan di seluruh bandara Indonesia, khususnya rute internasional, masih berjalan optimal. Baik untuk keberangkatan maupun kedatangan, situasinya tetap aman dan lancar. Setidaknya, untuk saat ini.
Artikel Terkait
Prabowo dan KSAD Bahas Capaian TNI AD: 300 Jembatan dan Renovasi Sekolah Tuntas dalam Tiga Bulan
IHSG Melemah Tipis ke 7.621, Tekanan Jual Masih Membayangi
Mentan: Swasembada Pangan Hanya Mungkin dengan Sinergi Pusat-Daerah
PN Jakarta Pusat Tolak Eksepsi Mardiono, Perkara Muktamar PPP Lanjut ke Pemeriksaan Bukti