Perdagangan saham PT Tirta Mahakam Resources Tbk, atau TIRT, mendadak dihentikan sementara oleh Bursa Efek Indonesia pada Senin lalu. Saham perusahaan itu dikunci di Papan Pemantauan Khusus dengan mekanisme full call auction (FCA). Langkah ini diambil setelah saham TIRT menunjukkan reli yang cukup tajam dalam beberapa hari terakhir.
Dalam pengumuman resminya, BEI menyatakan,
"Bursa memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham PT Tirta Mahakam Resources Tbk (TIRT) mulai sesi I tanggal 2 Maret 2026 sampai dengan pengumuman lebih lanjut."
Memang, aksi saham TIRT belakangan ini cukup panas. Sejak tanggal 19 Februari, sahamnya terus merangkak naik dengan rata-rata kenaikan harian mencapai 9,3 persen. Kalau dirunut dalam sepekan, kenaikannya bahkan tembus 41,84 persen. Lebih dramatis lagi, dalam rentang satu bulan, saham ini telah melonjak hampir dua kali lipat, tepatnya 96,08 persen.
Pada penutupan perdagangan Jumat, 27 Februari 2026, TIRT sudah berada di harga Rp1.000 per saham menguat hampir 7 persen. Tapi, itulah perdagangan terakhirnya sebelum akhirnya dibekukan.
Di sisi lain, perlu dicatat bahwa TIRT memang membawa notasi ESX. Artinya, laporan keuangan terakhir mereka untuk kuartal III-2025 menunjukkan kondisi ekuitas yang negatif. Selain itu, perusahaan ini tak punya pendapatan usaha sama sekali. Itulah mengapa sahamnya ditempatkan di papan pemantauan khusus.
Kini, investor hanya bisa menunggu kabar lebih lanjut dari Bursa. Kapan perdagangan akan dibuka kembali? Itu pertanyaan yang masih menggantung.
Artikel Terkait
CTBN Bagikan Dividen Rp372,17 Miliar untuk Tahun Buku 2025
Rupiah Terperosok ke Rp17.885 per Dolar AS, Dipicu Ketegangan Global dan Impor Minyak Tinggi
Dua Petinggi PT Champion Pacific Indonesia Tbk Mundur, Manajemen Siapkan Susunan Direksi Baru
Rupiah Terpuruk ke Rp17.885 per Dolar AS, Dipicu Ketegangan Geopolitik dan Kebijakan Tarif Trump