Unpad Nonaktifkan Dosen Diduga Lakukan Kekerasan Seksual ke Mahasiswi

- Sabtu, 18 April 2026 | 08:50 WIB
Unpad Nonaktifkan Dosen Diduga Lakukan Kekerasan Seksual ke Mahasiswi

Kasus dugaan kekerasan seksual di lingkungan Universitas Padjadjaran akhirnya mendapat respons tegas. Kampus itu telah menonaktifkan sementara seorang dosen yang diduga terlibat. Langkah ini diambil setelah laporan soal kasus ini membanjiri media sosial, terutama di platform X.

Mendikti Saintek, Brian Yuliarto, mengaku telah memantau perkembangan situasi. Menurutnya, koordinasi dengan pimpinan Unpad sudah dilakukan.

"Ya, kami sudah memonitor kasus ini. Saya juga sudah berkomunikasi langsung dengan Rektor Unpad, dan tim Kemdiktisaintek sudah berkoordinasi dengan pihak kampus," ujar Brian kepada detikcom, Sabtu (18/4/2026).

"Unpad telah menonaktifkan sementara yang bersangkutan dan membentuk tim investigasi yang melibatkan Satgas PPKPT," tambahnya.

Brian bersikeras bahwa kampus wajib menjadi ruang aman bagi siapa pun. Dia mendesak agar investigasi berlangsung transparan.

"Prinsip kami jelas, kampus harus menjadi ruang yang aman. Karena itu, perlindungan dan pendampingan terhadap korban harus menjadi prioritas," katanya.

"Kami telah meminta Rektor agar proses pemeriksaan dapat berjalan cepat, transparan dan objektif untuk memberikan rasa keadilan pada korban," tegasnya lagi.

Pihak kementerian akan terus mengawasi proses ini. Brian menegaskan, jika terbukti bersalah, sanksi tegas harus dijatuhkan. Tidak ada kompromi.

Gara-garanya, kasus ini awalnya viral di media sosial. Seorang guru besar Fakultas Keperawatan Unpad, berinisial IY, diduga meminta mahasiswi asing peserta program pertukaran pelajar untuk mengirimkan foto dirinya mengenakan bikini. Kabar itu langsung menyulut kemarahan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar