Laporan terbaru dari Satgas PRR Pascabencana Sumatera menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan. Ternyata, penyaluran Kredit Usaha Rakyat untuk para penyintas bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar sudah menembus angka Rp12,23 triliun. Data per pertengahan Februari itu mencakup lebih dari 206 ribu debitur.
Kalau dibandingin sama laporan akhir Januari lalu, angkanya hampir dua kali lipat, lho. Waktu itu, baru sekitar Rp6 triliun yang tersalurkan ke 111 ribu lebih debitur. Peningkatannya signifikan banget dalam rentang waktu yang relatif singkat.
Nah, untuk rincian per daerah, Aceh masih memimpin dengan realisasi tertinggi. Ada 125.173 debitur yang mendapat pinjaman senilai Rp7,38 triliun. Menyusul kemudian Sumatera Utara dengan 53.181 debitur (Rp3,06 triliun), dan Sumatera Barat di angka 28.351 debitur (Rp1,79 triliun).
Menariknya, geliat penyaluran KUR ini sejalan dengan data lain. Transaksi UMKM lewat platform e-commerce seperti Tokopedia, Shopee, dan TikTok juga mulai merangkak naik. Ini bisa jadi penanda awal bahwa daya beli masyarakat perlahan tapi pasti mulai bangkit lagi.
Di Sumatera Barat, misalnya, tercatat lebih dari 2,1 juta transaksi dengan 101 produk. Sumut juga serupa, sekitar 2,17 juta transaksi. Sementara Aceh, meski jumlah transaksinya lebih rendah (24.841), justru punya variasi produk yang lebih banyak, mencapai 1.396 jenis.
Mengomentari hal ini, Ketua Satgas PRR, Muhammad Tito Karnavian, menekankan betapa pentingnya memantau aktivitas di pasar dan sektor UMKM.
Artikel Terkait
Jerman Evakuasi Diplomat dari Irak Menyusul Eskalasi Konflik Iran-AS-Israel
Korlantas Andalkan Teknologi Digital untuk Atur Rekayasa Lalu Lintas Mudik 2026
Arteta: Arsenal Layak Bawa Pulang Kemenangan dari Markas Leverkusen
Polda Jateng Ungkap Produksi Mi Berformalin di Boyolali Sejak 2019