Sebanyak 110 peserta pendidikan calon pimpinan nasional dari Lemhannas RI mengunjungi kantor KPK, Kamis lalu. Mereka datang untuk mendapatkan pembekalan khusus soal pemberantasan korupsi. Kunjungan ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian penting dari kurikulum mereka di Program Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) angkatan ke-69.
Gubernur Lemhannas, Ace Hasan Syadzily, yang mendampingi rombongan, menjelaskan siapa saja peserta itu. "Mereka pada umumnya adalah calon-calon perwira tinggi di TNI maupun Polri, dari ASN juga, dari masyarakat sipil," ujarnya di Gedung KPK.
Menurut Ace, membangun integritas dan semangat antikorupsi adalah salah satu pilar utama dalam pendidikan di Lemhannas. Targetnya jelas: tidak hanya mencetak pemimpin yang paham geopolitik dan kebangsaan, tapi juga yang punya karakter bersih dan tahan terhadap praktik koruptif. "Gitu ya," tambahnya, menekankan poin tersebut.
Nah, kunjungan lapangan ke markas KPK ini dianggap sebagai metode belajar yang efektif. Setelah sehari sebelumnya menerima materi secara teori, para peserta diajak melihat langsung denyut nadi pemberantasan korupsi di Indonesia.
"Ini adalah bagian dari para peserta bisa melihat bagaimana proses bekerjanya para pendekar-pendekar antikorupsi di lembaganya," tutur Ace. Mereka diajak berkeliling, melihat Rupbasan, barang-barang rampasan, serta mendapatkan penjelasan soal proses penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan KPK.
Di sisi lain, Sekjen KPK Cahya Harefa menyambut baik inisiatif Lemhannas ini. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan harapannya.
"Untuk mencetak pemimpinan-pemimpinan nasional yang lebih berintegritas, yang terus bisa menjaga integritasnya setelah nanti menjabat lagi di dalam tugasnya masing-masing," kata Cahya.
Harapannya, pengalaman langsung menyaksikan kerja KPK ini bisa meninggalkan kesan mendalam. Integritas para calon pemimpin itu diharapkan semakin kokoh, membekali mereka sebelum nanti memikul tanggung jawab yang lebih besar di puncak kepemimpinan nasional.
Artikel Terkait
Kebijakan Visa AS Dinilai Hambat Antusiasme Suporter ke Piala Dunia 2026
Militer Israel Selidiki Tewasnya Bayi 7 Bulan Akibat Tembakan Pasukan di Tepi Barat
BWF Resmi Ubah Format Turnamen Super 1000, Durasi Diperpanjang hingga 11 Hari
Kejaksaan Agung Dinilai Berani Bongkar Korupsi di Badan Gizi Nasional, Beri Peringatan Keras ke Pengelola Program MBG