Sejak 2019 lalu, tren pernikahan di Yogyakarta terus menurun. Hal ini bukan cuma isu lokal, lho. Data Badan Pusat Statistik pun menunjukkan pola serupa terjadi di tingkat nasional.
Menurut Halili Rais, Analis Kebijakan Ahli Madya di Kemenag DIY, penurunan jumlah nikah dalam enam tahun terakhir memang cukup signifikan. "Angka nikah secara nasional mengalami penurunan, termasuk juga di DIY," ujarnya saat dikonfirmasi Senin (19/1) lalu.
Dia menambahkan, titik penurunan paling tajam justru terjadi di tahun 2020. Masa-masa awal pandemi, tentu saja.
Kalau kita lihat angka-angkanya, penurunannya bertahap tapi konsisten. Catatan Kemenag DIY menunjukkan, dari 24.462 pernikahan di 2019, angkanya terus merosot. Di 2020 jadi 22.746, lalu 21.991 di 2021. Turun lagi jadi 21.448 (2022), 20.249 (2023), dan 18.926 (2024). Nah, di tahun 2025 ini, tercatat hanya 18.490 pernikahan.
Dari segi wilayah, Kota Yogyakarta punya angka terendah tahun ini: cuma 1.424 pasangan yang menikah. Kulon Progo sedikit lebih tinggi, 2.015. Kemudian Gunungkidul 4.241, Bantul 5.168, dan Sleman menjadi yang tertinggi dengan 5.642 pernikahan.
Perlu diingat, data ini spesifik mencatat pernikahan yang tercatat di KUA, alias untuk pasangan muslim. Jadi, gambaran utuhnya mungkin sedikit berbeda.
Di sisi lain, ada cerita dari warga yang mungkin mewakili fenomena ini. Andika (28) dan Haris (25), misalnya. Keduanya mengaku belum punya rencana ke pelaminan dalam waktu dekat.
"Perlu menunggu mapan secara ekonomi, tapi ini sambil mempersiapkan," kata Andika. Alasannya klasik, tapi nyata.
Haris punya alasan serupa, meski dengan penekanan berbeda. "Masih ingin fokus pada karir terlebih dahulu," ungkapnya.
Jadi, selain data statistik yang dingin, ada pertimbangan-pertimbangan personal yang hangat di baliknya. Kesiapan finansial dan karir sepertinya masih jadi faktor penentu utama bagi banyak anak muda di Jogja dan mungkin di mana saja untuk melangkah ke jenjang pernikahan.
Artikel Terkait
Maros Gelar Pelatihan Respons Cegah KLB Campak Usai 31 Anak Terkonfirmasi Positif
Remaja 18 Tahun Tewas dalam Tabrakan Truk dan Motor di Poros Maros-Pangkep
Polri-FBI Bongkar Sindikat Phishing Global, Kerugian Capai Rp350 Miliar
Pelaku Tabrak Lari Tewaskan Pengacara di Cianjur Ditangkap di Bogor