Buronan "The Doctor" Ditangkap di Penang, Ternyata Sudah Ngumpet di Malaysia Sejak 2024
JAKARTA - Akhirnya tertangkap juga. Andre Fernando, buronan yang dikenal dengan alias "The Doctor", berhasil diamankan oleh aparat. Dia dituding sebagai bandar yang selama ini membantu pelarian Koh Erwin, nama besar dalam dunia narkoba.
Menurut Kombes Pol Kevin Leleury, Ketua Satgas Narcotic Investigation Center, Andre ternyata sudah lama bersembunyi di negeri jiran. "Dari hasil interogasi, sejak 2024 Andre alias Charlie alias The Doctor sudah berada di Malaysia," ujar Kevin kepada awak media, Senin (6/4/2026).
Penangkapan pria 32 tahun itu bukan kerja instan. Butuh kolaborasi solid antara Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Divisi Hubinter, Interpol, dan KJRI di Malaysia. Operasi itu berbuah manis kemarin sore.
"Penangkapannya dilakukan kemarin sore di sebuah apartemen di Penang, Malaysia," jelas Kevin.
Sebelumnya, status DPO (Daftar Pencarian Orang) sudah melekat pada diri Andre. Dia diduga kuat sebagai distributor utama yang menyuplai sabu untuk jaringan Koh Erwin. Keterlibatannya dalam kasus ini cukup dalam.
Kasus Koh Erwin sendiri memang seperti bola salju. Tak cuma menyeret bandar, tapi juga menjerat oknum polisi, yaitu mantan Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro dan mantan Kasat Resnarkobanya, AKP Malaungi. Di tengah pusaran itulah, peran Andre sebagai pemasok terungkap.
Dari penyelidikan, Andre disebut menyediakan sabu yang dibeli Koh Erwin untuk diedarkan di Bima, NTB. Transaksi mereka terjadi dua kali pada Januari 2026. Nilainya gila-gilaan.
Transaksi pertama senilai Rp400 juta untuk 2 kg sabu. Lalu, ada lagi transaksi kedua dengan nominal sama, Rp400 juta, tapi untuk 3 kg sabu. Barang haram itu didistribusikan ke wilayah Bima.
Namun begitu, ternyata komoditas Andre bukan cuma sabu. Jajarannya lebih beragam.
“Ko Andre atau The Doctor menyediakan narkoba berbagai jenis, di antaranya sabu, vape yang mengandung etomidate, dan happy water,” kata Brigjen Eko Hadi Santoso, Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri.
Lebih detail, Eko membeberkan modus operandi si "Dokter". Jaringan Andre di Riau menjadi pintu masuk. Cartridge vape berisi etomidate dengan merek mewah seperti Ferrari dan Lamborghini diselundupkan via jalur laut dari Malaysia, masuk melalui Dumai.
“Sedangkan untuk pengiriman narkotika jenis sabu, kebanyakan menggunakan kargo uang yang di-packing, lalu dimasukkan ke dalam boneka dan dibungkus dalam kotak kado,” pungkas Eko mengungkap kelicikan tersangka.
Penangkapan ini tentu jadi pukulan telak bagi jaringan narkoba internasional itu. Meski begitu, lanskap kejahatan narkoba selalu berubah. Perburuan terhadap pelaku lainnya kemungkinan masih akan berlanjut.
Artikel Terkait
Lurah di Pangkep Diduga Digerebek di Penginapan Bersama Staf Perempuan, Satpol PP: Tak Ada Bukti Pelanggaran Pidana
KPAI: Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren Masuk Situasi Darurat, Pimpinan Padepokan di Pekalongan Jadi Tersangka
Polisi Ungkap Foto Pocong Bawa Parang Saat Mati Listrik di Siak Hanya Hoaks Buatan Siswa SMA
Garda Revolusi Iran Serang Pangkalan Udara AS sebagai Balasan atas Agresi di Bandar Abbas