Menurutnya, bulan suci ini justru harus jadi momentum untuk memperkuat sikap saling menghormati. Terutama dalam hal pelaksanaan ibadah puasa yang mungkin dilakukan pada hari berbeda.
“Justru kita harus saling menghormati karena kita semua tahu bahwa ada sebagian saudara-saudara kita umat muslim yang hari ini juga sudah mulai melaksanakan puasa,” ujarnya lagi.
Intinya, istana mengajak semua untuk fokus pada esensi Ramadan, bukan pada perbedaan yang kerap terjadi. Persatuan dan toleransi, kata dia, jauh lebih penting.
Artikel Terkait
Menteri HAM Janjikan Penguatan Perlindungan Hak Ekonomi Pencipta Lagu dalam RUU Hak Cipta
Idrus Marham Peringatkan Bahaya Narasi Provokatif bagi Stabilitas Nasional
West Ham Pertimbangkan Lapor FIFA Usai Wan-Bissaka Telat dari Perayaan Kongo
Menteri Keuangan Tegaskan Harga BBM Subsidi Tak Naik Sampai Akhir Tahun