Tanah Retak di Madiun Akibat Hujan Deras, 8 Rumah Rusak: Kronologi & Upaya BPBD

- Jumat, 31 Oktober 2025 | 16:30 WIB
Tanah Retak di Madiun Akibat Hujan Deras, 8 Rumah Rusak: Kronologi & Upaya BPBD
Tanah Retak di Madiun, 8 Rumah Warga Rusak Akibat Hujan Deras - Info Bencana Terkini

Tanah Retak di Madiun, 8 Rumah Warga Rusak Akibat Hujan Deras

Sebanyak delapan rumah warga di Dusun Morosowo, Desa Mendak, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, mengalami kerusakan serius. Kerusakan berupa retak pada lantai dan tembok ini dipicu oleh retakan tanah setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Kronologi Kerusakan Rumah Warga

Salah satu warga terdampak, Sumiati (40), mengungkapkan kekagetannya saat mendapati lantai rumahnya terbelah selebar 10 hingga 15 sentimeter. Retakan itu membentang dari ruang tamu hingga ke dapur.

"Saya dengar suara seperti tanah pecah setelah hujan reda. Tidak lama kemudian lantai rumah retak semua," tutur Sumiati yang ditemui bersama petugas BPBD Kabupaten Madiun.

Kekhawatiran akan terjadinya longsor membuat Sumiati dan keluarganya, bersama sepuluh kepala keluarga lainnya, memilih untuk mengungsi sementara ke lokasi yang lebih aman.

Warga Mengungsi ke Tempat Aman

Kisah serupa dialami oleh Warsini (38), warga lain yang rumahnya juga mengalami keretakan. Dia dan suaminya langsung mengevakuasi anak-anak serta barang-barang berharga mereka.

"Begitu muncul retakan, kami langsung keluar dan mengungsi ke musala bersama enam keluarga lain," katanya.

Meski sebagian warga sudah kembali ke rumah, kewaspadaan tetap tinggi. Mereka siap mengungsi kembali jika hujan deras datang dan mengancam keamanan tempat tinggal mereka.

BPBD Madiun Lakukan Pendataan dan Pemantauan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun saat ini masih aktif melakukan pendataan terhadap warga terdampak. Tim BPBD juga terus memantau pergerakan tanah di lokasi kejadian untuk mencegah kerusakan yang lebih parah dan memastikan keselamatan warga.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar