PSM Makassar Dihukum Denda Rp60 Juta Usai Insiden Suporter Turun ke Lapangan

- Jumat, 06 Februari 2026 | 20:30 WIB
PSM Makassar Dihukum Denda Rp60 Juta Usai Insiden Suporter Turun ke Lapangan

MAKASSAR Kekalahan demi kekalahan. Itu yang terpampang jelas di papan skor. Tapi bagi PSM Makassar, tekanan musim ini jauh lebih kompleks. Beban itu datang dari berbagai arah, menggerogoti stabilitas tim secara perlahan.

Yang terbaru, Komite Disiplin PSSI baru saja menghukum mereka. Denda sebesar Rp60 juta harus ditanggung klub usai insiden suporter turun ke lapangan. Kejadiannya berlangsung seusai laga kontra Semen Padang FC di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare.

Dalam putusannya, Komdis menilai aksi itu terjadi saat pemain masih ada di area pertandingan. Tindakan tersebut jelas melanggar aturan dan berpotensi mengacaukan keamanan.

Begitu bunyi kutipan dokumen resmi itu. Tak cuma denda, ada peringatan keras juga: kalau terulang, sanksinya bisa lebih berat. Bisa berupa pembatasan penonton atau denda yang lebih besar lagi.

Bagi klub yang sedang terpuruk, Rp60 juta bukan sekadar angka. Ini adalah tekanan psikologis dan administratif yang datang di saat yang paling tidak tepat.

Musim yang Berat Sejak Awal

Persoalan non-teknis sebenarnya sudah menghantui PSM sejak awal musim. Ingat sanksi FIFA yang sempat bikin pusing? Itu menghambat proses administrasi pemain baru, yang ujung-ujungnya memengaruhi kedalaman skuad.

Baru mau membenahi diri, masalah lain datang beruntun. Cedera dan akumulasi kartu menghantam. Pelatih Tomas Trucha pun mengaku kaget dengan situasi yang dihadapinya.

Ucapnya. Hasilnya? Dalam enam laga terakhir, PSM sama sekali tak merasakan kemenangan. Cuma satu poin yang berhasil dikumpulkan dari 18 poin yang diperebutkan.

Posisi mereka sekarang mentok di peringkat 13 dengan 19 poin. Jarak ke jurang degradasi cuma tujuh poin, sementara gap ke zona lima besar malah mencapai 13 poin. Padahal, target lima besar itu sendiri sempat diucapkan Trucha ke publik.

Katanya beberapa waktu lalu. Ironisnya, sejak target itu diumbar, performa tim malah anjlok. Ekspektasi tinggi bertabrakan dengan realita pahit: cedera dan sanksi.

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar