PSM Makassar Kejar Tenggat, Nasib Boboev dan Lagator Ditentukan dalam Hitungan Jam

- Jumat, 06 Februari 2026 | 20:30 WIB
PSM Makassar Kejar Tenggat, Nasib Boboev dan Lagator Ditentukan dalam Hitungan Jam

Jakarta, 6 Februari 2026 – Jarum jam bergerak tak kenal ampun. Bagi PSM Makassar, setiap detik sekarang sangat berharga. Tenggat waktu pendaftaran pemain untuk putaran kedua Super League 2025/2026 tinggal hitungan jam lagi, ditutup tepat tengah malam nanti. Dan di balik desakan waktu itu, nasib dua rekrutan anyar Sheriddin Boboev dan Dusan Lagator masih menggantung.

Bayangkan, cuma tersisa kurang dari empat jam sejak berita ini ditulis. Itu waktu yang sangat sempit untuk menyelesaikan segudang urusan administrasi. Kalau lewat, ya sudah. Keduanya tak akan bisa memperkuat Pasukan Ramang di sisa kompetisi.

Soal Boboev, setidaknya ada secercah kabar baik. Penyerang Timnas Tajikistan itu konon sudah mendarat di Jakarta hari ini. Ia terbang dari Dushanbe dini hari tadi, dan sebuah unggahan di media sosialnya memperlihatkan dia sedang berada di dalam pesawat. Jadi, soal fisik, dia sudah ada di Indonesia.

Tapi di sinilah masalahnya.

Kedatangan pemain hanyalah satu langkah awal. Yang lebih pelik justru urusan birokrasi: memastikan ITC dan semua dokumen dari federasi sudah clear, lengkap, dan divalidasi tepat waktu. PSM harus berkejaran dengan waktu untuk ini.

Lain cerita dengan Dusan Lagator. Situasinya jauh lebih misterius. Hingga Jumat malam, tidak ada kejelasan apakah gelandang bertahan asal Montenegro itu sudah sampai di Indonesia atau belum. Padahal, kontraknya disebut-sebut sudah ditandatangani. Kendala administrasi, termasuk isu sanksi FIFA yang sempat mencuat, membuat posisinya jadi sangat tidak pasti. Bisa-bisa, dia gagal tampil hanya karena terlambat beberapa jam.

Pelatih Tomas Trucha sudah berkali-kali menyuarakan kebutuhan akan pemain baru ini. Beberapa waktu lalu, dia dengan gamblang menyebut bahwa timnya masih berusaha mendatangkan dua pemain lagi.

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar