Iran Minta Saudi dan UEA Jelaskan Insiden Drone China yang Ditembak Jatuh di Shiraz

- Senin, 06 April 2026 | 17:55 WIB
Iran Minta Saudi dan UEA Jelaskan Insiden Drone China yang Ditembak Jatuh di Shiraz

Iran mendesak Arab Saudi dan Uni Emirat Arab untuk memberikan penjelasan. Ini terjadi setelah mereka menembak jatuh sebuah drone di wilayah udaranya pekan lalu. Drone itu, rupanya, adalah model Wing Loong II buatan China. Yang menarik, kedua negara Teluk itu justru dikenal sebagai pengguna setia drone serupa di kawasan Timur Tengah.

Peristiwa penembakan ini terjadi di tengah situasi yang sudah panas. Iran memang sedang berkonflik dengan Amerika Serikat dan Israel. Nah, jatuhnya drone buatan Beijing ini langsung memantik spekulasi. Apakah Saudi dan UEA, dua tetangganya itu, mulai ikut campur dalam perang tersebut?

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, memberikan klarifikasi.

Drone asing itu, katanya, ditembak setelah terdeteksi melintas di atas kota Shiraz, tepatnya pada Kamis pekan lalu.

Menurutnya, kehadiran pesawat tanpa awak semacam itu bisa dianggap sebagai bukti "keterlibatan aktif" dalam konflik yang melibatkan Iran. Pernyataan Baghaei ini, seperti dilaporkan South China Morning Post, disampaikan pada Senin (6/4/2026).

Di sisi lain, ada informasi menarik soal pasokan drone untuk Iran. Middle East Eye melaporkan, sebelum perang meledak akhir Februari lalu, Teheran sebenarnya juga mendapat kiriman drone dari China. Tapi jenisnya berbeda. Seorang pejabat intelijen regional menyebut Beijing mengirimkan drone Kamikaze, bukan model canggih seperti Wing Loong yang bisa dipakai berulang kali.

Sementara AS dan Israel sendiri diketahui tidak mengoperasikan drone buatan China. Lain cerita dengan Saudi dan UEA. Keduanya punya persenjataan yang mencakup drone pengintai dan serangan presisi produksi Beijing. Fakta inilah yang membuat insiden Shiraz terasa semakin rumit.

Sebagai bagian dari protesnya, Baghaei bahkan membagikan foto-foto puing drone yang ditembak jatuh itu ke media sosial. Sebuah langkah yang jelas ingin menunjukkan bukti sekaligus menyuarakan kecurigaan mereka.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar