Program Makan Bergizi Gratis Tak Hanya Bantu Siswa, tapi Ubah Nasib Pekerja Lapangan di Sumba

- Senin, 16 Februari 2026 | 09:20 WIB
Program Makan Bergizi Gratis Tak Hanya Bantu Siswa, tapi Ubah Nasib Pekerja Lapangan di Sumba

"Anehnya waktu pendataan saya dikasih masuk desil 5, terus rumah yang mewah-mewah di tetangganya saya, yang punya mobil ini yang dikasih masuk desil 1,"

keluhnya. Kritik ini disampaikannya dengan harapan ada perbaikan sistem ke depannya.

Rutinitasnya memang melelahkan. Dari pukul sepuluh pagi, tangannya tak berhenti bekerja, seringkali hingga pukul delapan atau sembilan malam. Tapi semua itu dijalaninya dengan lapang dada. "Ya capek juga, tapi namanya kita cari uang. Namanya kita cari uang ya harus berjuang kan gitu," ucap Kristina sambil tertawa kecil. "Daripada duduk-duduk di rumah, ngelamun bikin sakit badan."

Di akhir percakapan, ia kembali menegaskan betapa program ini telah menjadi penopang hidup keluarganya. Rasa terima kasihnya tak hanya untuk makanan bergizi yang dibagikan, tapi juga untuk peluang kerja yang diberikan.

"Adanya MBG, sangat membantu sekali dalam rumah tangganya kami. Sekali lagi saya terima kasih kepada Bapak Presiden, Prabowo Subianto yang melakukan program ini ke depannya. Mudah-mudahan akan lebih maju dan lebih baik lagi,"

imbuhnya penuh harap. Untuk Kristina, setiap ompreng bersih yang ia hasilkan bukan sekadar tugas, melainkan sebuah langkah menuju kehidupan yang lebih layak.

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar