Perajin Tegal Pangkas Ukuran Tahu Imbas Harga Kedelai Impor Melonjak

- Jumat, 03 April 2026 | 04:00 WIB
Perajin Tegal Pangkas Ukuran Tahu Imbas Harga Kedelai Impor Melonjak

TEGAL – Harga kedelai impor melonjak, dan para perajin tahu di sini merasakan dampaknya langsung. Perang di Timur Tengah, yang mungkin terasa jauh, ternyata berimbas hingga ke dapur-dapur produksi di Kota dan Kabupaten Tegal. Mau tak mau, mereka harus mencari cara agar usahanya tetap bertahan.

Strateginya? Memangkas ukuran tahu. Itu pilihan pahit, tapi dianggap paling masuk akal. Berbeda dengan tempe yang bahannya bisa dicampur atau disiasati, tahu murni mengandalkan sari pati kedelai. Jadi, ketika harga bahan baku utama itu naik, hampir tidak ada ruang untuk berkompromi.

“Kalau ukuran tidak dikurangi, kami rugi bandar,” ujar Budiyanto, seorang perajin di Kelurahan Slerok, Tegal Timur.

“Mau menaikkan harga jual ke pasar juga susah, pembeli pasti protes. Jadi terpaksa ukurannya diperkecil sedikit,” tambahnya, Kamis lalu.

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar