Ada perubahan di jajaran pimpinan PT Palapa Ring Barat (PRB). Perusahaan yang merupakan anak usaha PT Mora Telematika Indonesia Tbk (Moratelindo) ini baru saja mengangkat seorang direktur baru. Namanya Hekal Syamsuddin Yahya.
Pengumuman resmi ini disampaikan ke Bursa Efek Indonesia, Kamis lalu (2 April 2026). Dengan masuknya Hekal, struktur direksi PRB kini terdiri dari tiga orang. Syarif Lumintarjo tetap memegang posisi Direktur Utama, didampingi Genta Andhika Putra sebagai Wakil Direktur Utama. Hekal sendiri mengisi posisi Direktur.
Soal dampaknya, manajemen MORA meyakinkan bahwa perubahan ini tak akan mengganggu operasional perusahaan. Dari sisi hukum, keuangan, sampai kelangsungan usaha, semuanya dianggap tak terpengaruh secara material. Mereka bilang, bisnis akan berjalan seperti biasa.
Latar belakang PRB sendiri cukup menarik. Perusahaan ini lahir dari proyek strategis nasional. Ceritanya, di tahun 2016 pemerintah memilih Moratelindo sebagai pemenang tender untuk menggarap Palapa Ring Barat. Skemanya Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), dan PRB lah yang ditunjuk sebagai pelaksananya.
Nama "Palapa" sendiri bukan asal pilih. Ada semangat sejarah di sana, mengacu pada Sumpah Palapa Patih Gajah Mada yang ingin mempersatukan Nusantara. Kini, semangat itu diwujudkan dengan menyambungkan daerah-daerah terpencil.
Fokusnya jelas: membangun ekonomi lewat ekosistem digital di wilayah-wilayah yang selama ini dianggap "non-commercial". Kenapa ini penting? Pertumbuhan trafik internet di Indonesia memang melesat, tapi sayangnya penyebarannya timpang. Daerah 3T Terluar, Terdepan, Tertinggal seringkali cuma bisa mengandalkan internet satelit. Sinyal GSM atau 4G terbatas, bandwidth rendah, dan harganya? Bisa dibilang mahal.
Nah, di sinilah peran Palapa Ring. Proyek ambisius ini bertujuan membangun jaringan tulang punggung atau backbone di 57 daerah 3T. Caranya dengan memasang Fiber Optic dan Saluran Radio Gelombang Mikro (Microwave).
Harapannya, dengan infrastruktur ini, para penyedia layanan internet baik lokal maupun nasional bisa lebih mudah berkonsolidasi. Mereka lalu bisa membangun jaringan akses lokal berkecepatan tinggi. Yang menarik, tenaga kerja lokal di daerah 3T pun akan dilibatkan secara maksimal dalam pembangunannya.
Jadi, penambahan direktur di PRB ini bukan sekadar urusan administratif. Ini langkah dalam perjalanan panjang menghubungkan Indonesia, sepetak demi sepetak.
Artikel Terkait
OJK dan Kemenkeu Siapkan Insentif Pajak bagi Emiten dengan Free Float di Atas 40 Persen
PT Trikomsel Oke Tbk Resmi Tunjuk Djoko Harijanto sebagai Direktur Baru
CBRE Tunjuk Empat Pembeli Siaga, Rights Issue Rp1,91 Triliun Tetap Jalan
Hary Tanoesoedibjo: Pasar Modal Kunci Pembiayaan Jangka Panjang Pembangunan Ekonomi