Nama Irfan Jaya kembali mencuat ke permukaan menjelang bursa transfer musim depan, dengan spekulasi bahwa penyerang sayap milik Bali United FC itu memiliki peluang besar untuk pulang ke Persebaya Surabaya, klub yang pernah membesarkan namanya di kancah nasional. Rumor ini kian menarik perhatian lantaran sosok Bernardo Tavares disebut-sebut menjadi kunci di balik potensi kepulangan sang pemain. Pelatih asal Portugal itu diketahui telah lama mengagumi kualitas Irfan Jaya sejak masih menangani PSM Makassar, dan kini, setelah namanya dikaitkan dengan proyek anyar di Persebaya, spekulasi mengenai kemungkinan reuni keduanya pun mulai menguat.
Jika transfer itu benar-benar terealisasi, kepulangan Irfan ke Surabaya bukanlah sekadar perpindahan biasa. Ada sejarah, emosi, dan kebutuhan taktik yang saling bertemu dalam satu momentum. Bagi Bonek, sapaan suporter Persebaya, Irfan Jaya bukanlah nama asing. Ia pernah menjadi simbol kebangkitan Bajul Ijo ketika klub tersebut berjuang kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Kecepatan, determinasi, dan keberaniannya menusuk pertahanan lawan menjadikannya salah satu pemain paling dicintai.
Bersama Persebaya, karier Irfan melesat cepat. Setelah tampil gemilang di level muda bersama PSM U-21 dengan torehan 14 gol pada ISC U-21 2016, ia langsung mencuri perhatian klub-klub besar. Persebaya menjadi tim yang berhasil mendapatkan tanda tangannya, dan keputusan itu terbukti tepat. Ia menjadi bagian penting saat Persebaya promosi ke Liga Super pada musim 2018, dengan permainan agresif di sisi sayap yang memberi warna khas pada gaya bermain tim.
Kini, bertahun-tahun setelah meninggalkan Surabaya, peluang pulang kembali terbuka. Performa Irfan bersama Bali United menunjukkan bahwa kualitasnya belum habis. Saat menghadapi PSM Makassar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, ia kembali menunjukkan insting tajamnya. Masuk menggantikan Diego Campos yang mengalami cedera, Irfan langsung memberi dampak nyata bagi permainan Serdadu Tridatu. Pada menit ke-78, ia sukses mencetak gol setelah menerima umpan matang dari Teppei Yachida. Gol tersebut menjadi gol keempatnya musim ini sekaligus membantu Bali United meraih kemenangan penting.
Namun, yang paling menarik perhatian bukan hanya gol itu, melainkan reaksinya setelah menjebol gawang PSM. Irfan memilih tidak melakukan selebrasi berlebihan. Ia justru menunjukkan penghormatan kepada klub asal daerahnya sendiri.
“Saya tidak melakukan selebrasi karena saya respek dengan PSM Makassar. Saya dari Makassar dan lahir di Sulawesi,” ujarnya.
Sikap tersebut memperlihatkan karakter Irfan sebagai pemain yang tetap menghargai akar perjalanan kariernya. Karakter seperti itu sering kali menjadi alasan mengapa seorang pemain selalu memiliki tempat spesial di hati suporter. Jika melihat kebutuhan Persebaya saat ini, nama Irfan Jaya memang terasa cocok. Bajul Ijo membutuhkan pemain sayap berpengalaman yang mampu memberi kecepatan, kreativitas, sekaligus fleksibilitas dalam menyerang. Meski usianya tak lagi muda, Irfan tetap memiliki kualitas yang relevan di level tertinggi. Pengalamannya bermain di berbagai klub besar dan Timnas Indonesia membuatnya memiliki mental bertanding yang matang.
Selain itu, ikatan emosional dengan Persebaya juga menjadi faktor penting. Dalam sepak bola modern, transfer tidak selalu soal statistik dan angka. Ada kalanya identitas dan hubungan emosional menjadi pertimbangan besar. Irfan memahami kultur Persebaya, tekanan dari Bonek, serta atmosfer kompetitif di Surabaya. Hal itu membuat proses adaptasinya nyaris tak membutuhkan waktu panjang. Sementara itu, jika benar Bernardo Tavares menjadi bagian proyek Persebaya musim depan, peluang transfer ini bisa semakin realistis. Tavares dikenal menyukai pemain yang disiplin secara taktik, cepat dalam transisi menyerang, dan agresif menekan lawan karakter yang sangat identik dengan Irfan Jaya.
Saat masih di PSM Makassar, Bernardo Tavares memang sempat dikabarkan tertarik mendatangkan Irfan. Namun, situasi saat itu belum memungkinkan transfer terjadi. Kini, dengan kondisi berbeda dan kebutuhan skuad yang terus berkembang, peluang reuni kembali terbuka. Di sisi lain, Bali United juga kemungkinan akan melakukan evaluasi besar terhadap skuad mereka musim depan. Situasi tersebut bisa membuka ruang bagi Irfan untuk mencari tantangan baru sekaligus kembali ke tempat yang pernah membesarkan namanya.
Bagi Persebaya, memulangkan Irfan bukan hanya soal nostalgia. Ini tentang menghadirkan kembali pemain yang memahami identitas klub, memiliki kualitas teruji, dan mampu menjadi jembatan antara pengalaman serta semangat baru dalam tim. Jika transfer itu benar-benar terwujud, Surabaya mungkin akan kembali menyambut salah satu putra terbaik yang pernah mereka banggakan di sisi sayap Bajul Ijo.
Artikel Terkait
Neymar Alami Cedera Betis Jelang Piala Dunia 2026, Ancelotti Tetap Andalkan Pengalamannya
Persis Solo dan Madura United Jalani Laga Pamungkas Penuh Tekanan demi Hindari Degradasi
Calvin Verdonk Cetak Sejarah, Jadi Pemain Indonesia Pertama yang Tembus Liga Champions Bersama Lille
Raphinha Bongkar Alasan Tolak Tawaran Dua Klub London Demi Gabung Barcelona