Persaingan di papan bawah klasemen Liga Super memasuki babak penentuan. Persis Solo dan Madura United, dua tim yang terancam degradasi, harus menjalani laga pamungkas dengan tekanan tinggi. Hanya satu poin yang memisahkan keduanya, membuat setiap hasil pertandingan menjadi krusial dalam menentukan siapa yang tetap bertahan di kompetisi musim depan.
Persis Solo mengantongi keuntungan tersendiri jelang laga kontra Persita Tangerang. Pertandingan yang akan digelar di Banten International Stadium (BIS) itu dipastikan berlangsung tanpa penonton. Keputusan ini diambil karena stadion utama Persita, Indomilk Arena, masih dalam tahap renovasi akibat kerusakan parah yang disebabkan angin puting beliung pada 30 Maret 2026.
Kondisi itu menjadi peluang bagi Persis Solo untuk meraih tiga poin penuh. Apalagi, catatan Persita saat bermain di BIS cukup buruk. Dalam tiga laga kandang terakhir, Pendekar Cisadane selalu menelan kekalahan, masing-masing dari Arema FC (0-1), Bali United (0-1), dan Persijap (0-3).
Di sisi lain, Madura United harus menghadapi PSM Makassar dalam laga hidup mati. Tim yang kini berada di posisi kritis itu tidak punya pilihan selain meraih kemenangan, tanpa bisa bergantung pada hasil pertandingan lain. PSM sendiri sudah berada di posisi aman dengan koleksi 34 poin di peringkat ke-14.
Peluang bagi Madura United sedikit terbuka setelah Ahmad Amiruddin, caretaker PSM Makassar, memberi sinyal akan melakukan rotasi pemain. Ia mengakui bahwa setelah pertandingan terakhir, tim pelatih akan menyerahkan laporan performa pemain kepada manajemen untuk evaluasi lebih lanjut.
“Pasti ada (rotasi). Setelah match, kami coaching staff akan menyerahkan laporan pemain ke manajemen untuk pembahasan selanjutnya,” ujar Ahmad Amiruddin.
Pernyataan itu menjadi angin segar bagi Madura United yang tengah berjuang keras mempertahankan tempatnya di Liga Super musim ini. Namun, kepastian nasib kedua tim baru akan terjawab setelah peluit panjang dibunyikan di akhir pekan nanti.
Artikel Terkait
Neymar Alami Cedera Betis Jelang Piala Dunia 2026, Ancelotti Tetap Andalkan Pengalamannya
Irfan Jaya Berpotensi Pulang ke Persebaya, Reuni dengan Bernardo Tavares Makin Terbuka
Calvin Verdonk Cetak Sejarah, Jadi Pemain Indonesia Pertama yang Tembus Liga Champions Bersama Lille
Raphinha Bongkar Alasan Tolak Tawaran Dua Klub London Demi Gabung Barcelona