JAKARTA - Gempa dahsyat berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Bitung, Sulawesi Utara. Guncangan yang terjadi dini hari itu tak hanya meninggalkan kerusakan, tetapi juga korban jiwa. Tim gabungan berhasil mengevakuasi satu jasad dari reruntuhan.
Korban yang meninggal dunia tersebut adalah Deice Lahia, seorang lansia yang sehari-hari mengelola sebuah kantin. Lokasinya berada di dalam kompleks Gedung KONI Manado. Ia diduga tewas setelah tertimpa material bangunan yang roboh akibat gempa.
Wakapolda Sulut, Brigjen Pol Awi Setiyono, mengonfirmasi hal ini.
"Sudah kita evakuasi tadi korban meninggal dunia," ujarnya.
Namun begitu, dampak gempa ternyata lebih luas. Menurut keterangan Awi, goncangan hebat itu juga memicu kerusakan di beberapa titik lain. Tak hanya itu, sejumlah warga dilaporkan mengalami luka-luka dan sedang mendapatkan perawatan.
Dia pun mengingatkan semua pihak untuk tidak lengah. Gempa sebesar ini, kata dia, sangat mungkin diikuti oleh gempa susulan. Kewaspadaan harus tetap dijaga.
"Selalu waspada karena potensi gempa selalu ada. Potensi gempa susulan juga tidak menutup kemungkinan terjadi," tegasnya.
Berdasarkan catatan BMKG, gempa terjadi tepat pada pukul 05.48 WIB. Episenter atau pusat gempa terletak sekitar 129 kilometer arah tenggara kota Bitung. Tepatnya di koordinat 1,25 Lintang Utara dan 126,27 Bujur Timur, dengan kedalaman hiposenter hanya 18 kilometer di bawah laut. Kedalaman yang relatif dangkal ini turut menjelaskan mengapa guncangannya terasa begitu kuat.
Artikel Terkait
IESR Sebut Tiga Prioritas Kunci Sukseskan Target PLTS 100 GW Pemerintah
Bahlil Penasaran dengan Lagu “My Little Bolu Ketan”, Akan Undang Penciptanya Makan Bersama
Presiden Prabowo Tinggalkan Paris Setelah Kunjungan Kenegaraan dan Pertemuan Bilateral dengan Macron
Persib dan Borneo FC Pasti Tampil di ASEAN Club Championship 2026-2027, Drawing Digelar di Jakarta