"Tidak ada catatan yang ditahan atau diedit 'atas dasar rasa malu, kerusakan reputasi, atau sensitivitas politik, termasuk terhadap pejabat pemerintah, tokoh publik, atau pejabat asing mana pun'," tulis mereka dalam surat itu, menegaskan poin penting soal independensi proses ini.
Sebelumnya, Blanche pada akhir Januari lalu telah mengumumkan bahwa proses pelepasan dokumen kasus Epstein telah selesai. Volume datanya luar biasa melebihi 3,5 juta berkas hasil penyelidikan terhadap predator seks itu.
Kasus Epstein sendiri memang penuh misteri. Tahun 2019, dia didakwa melakukan kejahatan seks terhadap anak di bawah umur. Namun, nasibnya berakhir di sel tahanan pada Juli di tahun yang sama. Pihak berwenang menyimpulkan kematiannya sebagai bunuh diri, meski banyak pihak yang meragukannya dan menilai ada kejanggalan di sana-sini.
Kini, dengan terbitnya daftar ratusan nama ini, publik tentu menunggu. Apa implikasinya? Itu masih jadi pertanyaan besar.
Artikel Terkait
Macron Tolak Opsi Militer di Selat Hormuz, Desak Negosiasi dengan Iran
Mendagri Tegaskan WFH Jumat Bukan Libur, ASN Wajib Aktifkan Pelacak Lokasi
368 Pendatang Baru Masuk Jakarta Timur Pascalebaran 2026
Kepatuhan LHKPN 2025 Capai 96,24%, Legislatif Masih Tertinggal