JAKARTA – Rasa prihatin dan empati disampaikan oleh jajaran Marinir TNI AL menyusul insiden peluru nyasar yang melukai dua anak di Gresik. Mayor Ahmad Fauzi, selaku Perwira Hukum Resimen Banpur 2 Marinir, menjadi juru bicara yang menyuarakan kepedulian institusinya atas musibah tersebut.
Menurut keterangan yang dihimpun, kejadian ini berlangsung di sebuah mushola sekolah, tepatnya di SMPN 33 Gresik. Saat itu, tengah berlangsung acara sosialisasi dari SMKN Krian Sidoarjo. Tanggalnya? 17 Desember 2025.
“Pertama-tama, kami menyampaikan turut prihatin,” ujar Mayor Fauzi ketika dikonfirmasi pada Kamis (2/4/2026).
“Kami paham betul, peristiwa seperti ini pasti menimbulkan kecemasan dan kekhawatiran di masyarakat. Rasanya sungguh tidak mengenakkan,” tambahnya.
Di sisi lain, Fauzi menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam. Begitu kabar tentang insiden ini sampai, tim langsung bergerak cepat. Mereka melakukan koordinasi dan pendalaman awal di lokasi kejadian perkara untuk mengumpulkan fakta.
“Atas nama Komandan Resimen Bantuan Tempur 2 Marinir, kami juga menyampaikan simpati dan empati yang tulus kepada para korban dan keluarganya,” lanjutnya.
Nuansa naratifnya jelas: sebuah kegiatan sekolah yang seharusnya aman dan mendidik, berubah menjadi mencekam karena insiden tak terduga ini. Respons dari institusi militer pun datang, mencoba meredam keresahan yang timbul.
Meski begitu, proses investigasi masih terus berjalan. Masyarakat menunggu kejelasan lebih lanjut mengenai asal-usul dan kronologi pasti dari peluru nyasar yang memicu tragedi ini.
Artikel Terkait
Tiga Gerbang Tol Tangerang-Merak Sediakan Fasilitas Salat Iduladha bagi Pemudik
IKM Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri atas Video Ceramah yang Dinilai Mengandung Ujaran Kebencian
Pemohon Cabut Gugatan Uji Materiil Pasal Korupsi KUHP Baru di MK
Israel Kembali Targetkan Komandan Baru Hamas di Gaza, Gantikan Petinggi yang Tewas Sebelumnya