JAKARTA – Rasa prihatin dan empati disampaikan oleh jajaran Marinir TNI AL menyusul insiden peluru nyasar yang melukai dua anak di Gresik. Mayor Ahmad Fauzi, selaku Perwira Hukum Resimen Banpur 2 Marinir, menjadi juru bicara yang menyuarakan kepedulian institusinya atas musibah tersebut.
Menurut keterangan yang dihimpun, kejadian ini berlangsung di sebuah mushola sekolah, tepatnya di SMPN 33 Gresik. Saat itu, tengah berlangsung acara sosialisasi dari SMKN Krian Sidoarjo. Tanggalnya? 17 Desember 2025.
“Pertama-tama, kami menyampaikan turut prihatin,” ujar Mayor Fauzi ketika dikonfirmasi pada Kamis (2/4/2026).
“Kami paham betul, peristiwa seperti ini pasti menimbulkan kecemasan dan kekhawatiran di masyarakat. Rasanya sungguh tidak mengenakkan,” tambahnya.
Artikel Terkait
DEN: Stok BBM Aman di Atas 20 Hari, Pemerintah Minta Masyarakat Tak Panik
BMKG Waspadakan Potensi Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Sebagian Besar Wilayah Indonesia, 3-9 April 2026
Karyawan PT Dua Kuda Indonesia Demo, Tolak Kepailitan Perusahaan Sehat
Kemenparekraf Sediakan Kanal Pengaduan, Respons Maksimal Tujuh Hari Kerja