“Jadi isu sebenarnya nanti tarif-tarif itu, semua negara akan punya tarif yang mana itu bukan hanya kita yang kena,” paparnya dalam kesempatan terpisah.
“Misalnya China bisa saja terdampak kalau tidak punya trade agreement, makanya kita upayakan itu beberapa tahun lalu.”
Sebagai contoh, Indonesia sudah punya perjanjian dagang dengan Peru. Untuk Venezuela, pemerintah disebut sedang menggenjot koordinasi antar kementerian agar perjanjian serupa bisa segera terwujud. Langkah ini penting untuk mengamankan posisi ekspor.
Lalu, seberapa besar ekspor Toyota ke Venezuela? Data dari Gaikindo menunjukkan, hanya Toyota yang mengirimkan dua modelnya ke sana: Yaris Cross dan Wigo (atau Agya untuk pasar domestik).
Sepanjang Januari hingga November 2025, tercatat 1.008 unit Yaris Cross tipe G berhasil dikirim. Angka untuk Wigo jauh lebih besar, mencapai 5.971 unit. Jumlah yang tidak sedikit.
Venezuela sendiri sedang jadi sorotan dunia setelah Presiden Nicolas Maduro ditahan AS terkait dugaan pelanggaran HAM dan koneksi kartel narkoba. Situasi ini sampai membuat Toyota Motor Corporation mengimbau karyawannya untuk bekerja dari rumah. Tapi, dari sisi ekspor Indonesia, roda bisnis setidaknya untuk saat ini masih terus berputar.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Turun Tipis, PPN Dihapus tapi PPh 22 Tetap Berlaku
Ahok Siap Bongkar Skandal Minyak Rp 285 Triliun di Sidang Hari Ini
Rencana Gaza Trump Picu Ancaman Mundur dari Kabinet Netanyahu
Veloz Hybrid Cetak 4.000 Pesanan, Toyota Siapkan Tiga Model Baru di IIMS