Suasana di Beach City International Stadium Ancol, Jakarta Utara, sejak Sabtu kemarin ramai oleh kader dan pimpinan PDIP. Mereka tengah menggelar Rakernas yang direncanakan berlangsung hingga Senin besok. Acara yang padat ini rupanya akan ditutup dengan sebuah keputusan penting: sikap resmi partai terhadap wacana panas soal pemilihan kepala daerah oleh DPRD.
Menurut Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, panitia pengarah atau steering committee yang dikomandani Djarot Saiful Hidayat dan Andreas Hugo sudah lebih dulu mengumpulkan berbagai masukan. Pendapat itu datang dari banyak pihak, mulai dari kelompok pro-demokrasi, civil society, hingga mahasiswa dan struktur internal partai sendiri.
“Steering committee Rakernas I, Pak Andre dan Pak Djarot, banyak menerima masukan-masukan,” jelas Hasto usai hari pertama Rakernas.
“Kelompok-kelompok itu mengharapkan Rakernas ini betul-betul bisa mengambil keputusan politik untuk menjaga demokrasi. Khususnya yang melibatkan partisipasi rakyat secara luas lewat pilkada langsung,” tambahnya.
Namun begitu, sikap final belum diputuskan saat ini. Hasto menegaskan, PDIP sebagai partai demokrasi akan mendengarkan dulu semua usulan dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan peserta rakernas. Baru nanti, pada acara penutupan, rekomendasi resmi akan dibacakan.
“Jadi belum diputuskan. Seluruh pencermatan dan masukan dari peserta rakernas akan jadi bahan pengambilan keputusan,” ucap Hasto.
“Sikapnya bagaimana, alasan filosofis, ideologis, sampai manajemen penyelenggaraan pemilu, itu semua akan jadi bagian dari rekomendasi Rakernas,” jelasnya lebih lanjut.
Meski masih menimbang, ada pesan kuat dari Ketua Umum Megawati Soekarnoputri yang mengemuka. Hasto menyebutkan, Ibu Mega berpesan agar semangat kedaulatan rakyat yang jadi roh reformasi harus benar-benar dijaga.
“Itulah tadi Ibu mengatakan bagaimana prinsip-prinsip kedaulatan rakyat sebagai spirit dari reformasi itu harus betul-betul kita jaga,” kata Hasto.
“Dengan pemimpin dipilih langsung, bukan cuma legitimasinya yang kuat. Tapi tanggung jawabnya untuk menjalankan program sesuai aspirasi rakyat yang digali saat kampanye juga jadi lebih besar,” tambahnya.
Dari sikap politik inilah nantinya akan dirancang agenda strategis partai. Pembahasan akan meluas, tak cuma soal pilkada. Mereka juga akan membahas penguatan kelembagaan partai politik, termasuk akuntabilitas, transparansi, dan demokratisasi internal. Sistem pemilu, keuangan partai, hingga kredibilitas penyelenggara pemilu akan dibicarakan dari hulu ke hilir.
Rakernas ini, kata Hasto, bukan sekadar momentum untuk menyampaikan sikap. Lebih dari itu, ini adalah ruang kristalisasi pemikiran yang mendengarkan suara rakyat untuk mendesain masa depan bangsa.
Di akhir pernyataannya, Hasto menegaskan komitmen partainya. Dengan nada tegas, ia menyatakan PDIP tidak akan mengkhianati janji reformasi.
“PDIP tidak pernah mengingkari semangat reformasi. Reformasi lahir dari kristalisasi perjuangan dan pengorbanan besar para mahasiswa agar rakyat benar-benar berdaulat,” tandasnya.
Artikel Terkait
Harga Emas Batangan di Pegadaian Stagnan, Galeri24 dan UBS Tak Bergerak
Prabowo Diserang Justru Saat Programnya Paling Pihak ke Rakyat Kecil
Petani Papua Barat Daya Dukung Penuh Program Cetak Sawah, Siap Kelola Lahan untuk Tingkatkan Ekonomi
Mentan Amran Salurkan 20 Ribu Buku Iqra Gratis untuk Cetak Generasi Cinta Al-Qur’an