Jim Farley, sang CEO Ford, tak sungkan mengakui hal yang mungkin pahit untuk diucapkan. Dalam sebuah pengakuan terbuka, ia menyebut teknologi mobil listrik dan manufaktur perusahaannya tertinggal jauh. Dan siapa pesaing yang jadi tolok ukurnya? Produsen otomotif asal China.
Bahkan, ketertinggalan itu disebutkan bisa mencapai 25 tahun di beberapa aspek teknologi kunci. Pernyataan ini muncul setelah Farley sendiri merasakan langsung bagaimana mobil listrik China berjalan. Ia mencoba Xiaomi SU7, sedan listrik yang belakangan jadi buah bibir di industri global.
Rupanya, pengalaman itu sangat membekas. Farley sampai menyebut Xiaomi bagai 'Apple-nya China'. Ia terkesan dengan pendekatan teknologi dan pengalaman pengguna yang ditawarkan.
ujarnya, seperti dikutip Car News China.
Baginya, yang mencolok adalah bagaimana SU7 itu mengenali pengemudi secara otomatis lewat ponsel, tanpa proses pairing yang ribet. Ditambah lagi dengan pengenal wajah, asisten AI di dalam kabin, dan akselerasi ganas: 0-100 km/jam hanya sekitar tiga detik. Sensasi berkendaranya, katanya, mengingatkannya pada Porsche Taycan.
Artikel Terkait
Di Balik Retorika Keras Trump, Niat Serang Iran Ternyata Belum Ada
Lebih dari 3.100 WNI Korban Sindikat Penipuan di Kamboja, Proses Pemulangan Masih Berjalan
Pramono Anung Tegaskan Jakarta Bebas dari Virus Nipah
Mimpi Whoosh ke Surabaya Masih Hidup, Tapi Terhalang Utang