Di Kantor MUI Pusat, Jakarta Pusat, Selasa lalu, komika Pandji Pragiwaksono tampak tenang. Ia memastikan kesiapannya menghadapi seluruh proses hukum yang menyusul laporan terhadap pertunjukan stand-up-nya, Mens Rea. Pandji juga menyatakan sikap terbuka untuk berdialog dengan berbagai pihak.
"Yang pasti saya akan jalanin prosesnya saja," ujarnya.
"Saya tidak akan menghindar dari ajakan untuk berdialog, saya tidak akan menghindar dari panggilan. Ketika saya dibutuhkan untuk hadir, tentu saya akan hadir," tegas Pandji.
Menurutnya, pertunjukan yang kini ramai diperbincangkan itu lahir dari niat baik: sekadar menghibur. Materi yang dibawakannya, klaim Pandji, bukanlah keinginan pribadi semata. Itu lebih sebagai cerminan dari keresahan yang ada di masyarakat.
Di sisi lain, meski kasusnya sedang berjalan, Pandji menegaskan bahwa aktivitas berkaryanya tidak akan berhenti. Hanya saja, judul "Mens Rea" tak akan dipakai lagi. "Dalam sepuluh pertunjukan terakhir saya, judulnya selalu berganti," katanya. "Jadi tetap ada pertunjukan, tetap ada komedi, hanya namanya yang berbeda."
Ia pun menyinggung soal opini publik. Pandji menekankan pentingnya kritik dan tak berniat melaporkan siapapun yang mengomentari karyanya bahkan terhadap mereka yang menyoroti atau merundung keluarganya.
"Semua orang berhak beropini," kata Pandji singkat.
Laporan terhadapnya sendiri telah masuk ke Polda Metro Jaya. Pelapor adalah Majelis Pesantren Salafiyah, yang diwakili oleh seorang kiai bernama Sudirman. Laporan itu sudah teregister dengan nomor LP/B/567/SPKT/POLDA METRO JAYA.
Kiai Matin Syarkowi, salah satu perwakilan majelis tersebut, menjelaskan alasan di balik pelaporan itu. Mereka menilai ada materi dalam stand-up "Mens Rea" yang dinilai menistakan agama Islam.
"Dalam keyakinan kami sebagai umat Islam, salat itu ada salat fardu, ada salat sunah. Orang yang rajin salat, tidak pernah meninggalkan, karena tidak pernah bolong-bolong, diyakini dia adalah orang baik. Yang menjamin baik itu nas Al-Qur'an dan Hadis," terang Matin di gedung SPKT Polda Metro Jaya, Kamis (22/1).
Matin menyebut, materi yang jadi persoalan adalah narasi Pandji tentang orang yang rajin salat. Dalam pertunjukannya, Pandji disebutkan menyatakan bahwa rajin salat tidak otomatis membuat seseorang menjadi baik.
Narasi itulah yang kemudian memicu laporan ke pihak berwajib.
Artikel Terkait
El Clasico Indonesia Resmi Pindah ke Samarinda, Izin di GBK Dibatalkan Polisi
Hakim Perhatikan Kondisi Mata Terdakwa Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS, Sarankan Rawat Inap di RSPAD
Gubernur DKI Kecewa Laga Persija Vs Persib Batal di GBK, Pramono: Lebih Baik Jaga Jakarta Tetap Kondusif
Hakim Sebut Empat Prajurit TNI Terdakwa Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Goblok dan Dinilai Cemarkan Nama Baik Bais