Di Kantor MUI Pusat, Jakarta Pusat, Selasa lalu, komika Pandji Pragiwaksono tampak tenang. Ia memastikan kesiapannya menghadapi seluruh proses hukum yang menyusul laporan terhadap pertunjukan stand-up-nya, Mens Rea. Pandji juga menyatakan sikap terbuka untuk berdialog dengan berbagai pihak.
"Yang pasti saya akan jalanin prosesnya saja," ujarnya.
"Saya tidak akan menghindar dari ajakan untuk berdialog, saya tidak akan menghindar dari panggilan. Ketika saya dibutuhkan untuk hadir, tentu saya akan hadir," tegas Pandji.
Menurutnya, pertunjukan yang kini ramai diperbincangkan itu lahir dari niat baik: sekadar menghibur. Materi yang dibawakannya, klaim Pandji, bukanlah keinginan pribadi semata. Itu lebih sebagai cerminan dari keresahan yang ada di masyarakat.
Di sisi lain, meski kasusnya sedang berjalan, Pandji menegaskan bahwa aktivitas berkaryanya tidak akan berhenti. Hanya saja, judul "Mens Rea" tak akan dipakai lagi. "Dalam sepuluh pertunjukan terakhir saya, judulnya selalu berganti," katanya. "Jadi tetap ada pertunjukan, tetap ada komedi, hanya namanya yang berbeda."
Ia pun menyinggung soal opini publik. Pandji menekankan pentingnya kritik dan tak berniat melaporkan siapapun yang mengomentari karyanya bahkan terhadap mereka yang menyoroti atau merundung keluarganya.
Artikel Terkait
Auxerre Tumbangkan Brest 3-0 Meski Bermain 10 Orang Sejak Menit Keenam
Diaspora Indonesia di China Galang Dana untuk Korban Bencana Aceh Saat Lebaran
Mobil Terbakar di Tol Semarang-Solo, Seluruh Penumpang Selamat
Gus Imin: Idul Fitri Momentum Perkuat Persatuan dan Solidaritas Sosial