El Clasico Indonesia Resmi Pindah ke Samarinda, Izin di GBK Dibatalkan Polisi

- Rabu, 06 Mei 2026 | 19:30 WIB
El Clasico Indonesia Resmi Pindah ke Samarinda, Izin di GBK Dibatalkan Polisi

Laga El Clasico Liga Indonesia antara Persija Jakarta dan Persib Bandung resmi dipindahkan ke Stadion Segiri, Samarinda, pada Minggu, 10 Mei 2026 pukul 15.30 WIB. Pertandingan yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, itu mengalami perubahan venue setelah izin penyelenggaraan dibatalkan oleh pihak kepolisian pada Rabu, 6 Mei 2026.

Keputusan tersebut mematahkan spekulasi yang sempat beredar mengenai larangan penggunaan GBK untuk pertandingan liga. Sebelumnya, Sekretaris PSSI, Yunus Nusi, menegaskan bahwa tidak ada larangan bagi Persija dan Persib untuk menggunakan stadion kebanggaan Jakarta itu.

“Silakan, tidak ada masalah GBK digunakan untuk menggelar pertandingan Super League, termasuk Persija vs Persib,” ujar Yunus pada Senin, 4 Mei 2026.

Namun, situasi berubah hanya dua hari kemudian. Pihak kepolisian membatalkan izin penyelenggaraan di GBK dengan alasan keamanan. Direktur I.League Ferry Paulus menjelaskan bahwa bulan Mei merupakan periode dengan banyak agenda yang dikhawatirkan berpotensi menimbulkan situasi yang tidak diinginkan.

“Seperti yang teman-teman ketahui, bulan Mei merupakan bulan dengan banyak agenda, yang dikhawatirkan dapat menimbulkan hal-hal di luar kepentingan atau kondisi yang diharapkan. Karena Jakarta merupakan kota metropolitan, kami telah mencoba mencari berbagai alternatif lokasi, termasuk di sejumlah stadion lain di Pulau Jawa. Namun, situasinya dinilai belum memungkinkan untuk menggelar pertandingan tersebut,” kata Ferry Paulus.

Ketua panitia pelaksana Persija, Ferry Indrasjarief, yang akrab disapa Bung Ferry oleh Jakmania, mengungkapkan bahwa pihaknya sempat mempertimbangkan Surabaya sebagai lokasi alternatif. Koordinasi dengan Persebaya dan kelompok suporter Bonek telah dilakukan, dan semua pihak menyatakan kesiapan. Namun, opsi tersebut gugur karena pertandingan di Pulau Jawa hanya diizinkan berlangsung tanpa penonton.

“Saya pikir saya akan pilih Surabaya dan kemudian saya berkoordinasi di sana. Ketika kita sudah koordinasi di sana ternyata di sana semuanya siap, Panpel bahkan pihak Persebaya dan Bonek juga siap membantu. Tetapi ternyata kita hanya boleh menggelar di sana tanpa penonton,” ungkapnya.

Setelah opsi di Pulau Jawa kandas, Persija menghubungi Borneo FC Samarinda untuk meminjam Stadion Segiri. Permintaan itu disambut positif, termasuk oleh pihak kepolisian setempat yang memberikan izin penyelenggaraan dengan penonton.

“Saya coba izin untuk coba kontak Borneo. Nah, saya izin ke sana dan ternyata dari sana ya silakan saja kalau memang mau dipakai. Saya coba tanya ke pihak kepolisian, kalau memang kalian bisa menyelenggarakan di Samarinda dipersilakan saja, pihak kepolisian juga akan bantu perizinannya dengan penonton. Jadi itu sejarahnya kenapa sampai kita akhirnya menetapkan di Samarinda gitu,” jelasnya.

Dengan demikian, laga Persija kontra Persib dipastikan tetap dapat disaksikan oleh penonton, meskipun harus berpindah ke luar Pulau Jawa. Keputusan ini menjadi solusi terakhir setelah berbagai alternatif di Jakarta dan kota-kota lain di Jawa tidak memungkinkan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar