Ardit Erwandha siap menghadirkan sisi lain dirinya di layar lebar. Aktor yang kerap identik dengan peran lucu itu kini membintangi film "Tunggu Aku Sukses Nanti". Dan yang menarik, kali ini ia tak akan bikin penonton tertawa seperti biasanya.
Di film terbarunya, Ardit berperan sebagai Arga, sosok dengan karakter serius. Ini jelas berbeda jauh dari citra komedian yang selama ini melekat padanya. Sebuah lompatan yang cukup berani.
Memang, memerankan karakter serius bukan hal mudah baginya. Tantangannya cukup besar, mengingat track record-nya didominasi proyek dengan suasana santai dan penuh gelak tawa. Namun begitu, Ardit justru merasa pengalaman lamanya itu malah membantu.
Ia mengaku sudah cukup akrab dengan gaya kerja sutradara film ini, Naya Anindita. Kerja sama mereka sebelumnya di "Perfect Series" selama dua tahun memberinya bekal yang cukup.
"Sebenarnya tuh terbantu karena sebelumnya saya jadi komedi konsultan-nya Naya Anindita udah dua tahun di Perfect Series," ujarnya saat ditemui di Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026).
Karena sudah paham selera penyutradaraan Naya, proses syuting pun berjalan lebih lancar. Mereka tak perlu banyak melakukan pengulangan adegan.
"Jadi kurang lebih saya sudah tahu seleranya Naya gimana, terus keinginan dia gimana. Makanya kita kayaknya kalau take jarang lebih dari 15 kali. Maksimal tuh tiga kali take udah dapat gitu yang diinginkan," katanya.
Persiapan yang matang jadi kunci utamanya. Meski begitu, Ardit mengaku sempat bingung kenapa dirinya yang dipilih untuk peran serius ini.
"Karena kita juga secara prep lumayan jejeg ya, kita enak banget gitu sih. Aneh juga dia kenapa pilih saya, saya juga bingung," tambahnya sambil tertawa.
Di sisi lain, tekanan tetap ada. Pendekatan untuk peran serius ini jelas berbeda 180 derajat dibanding main komedi. Ardit, yang kini berusia 34 tahun, mengakui adanya "Arga pressure" selama proses pembuatan film.
"Memperhatikan ini abang-abangan dan kakak-kakak saya ini semuanya yang sangat-sangat jago sekali. Kayaknya karena dikelilingi oleh orang-orang yang jago, jadi bahkan tidak syuting pun, 'Arga pressure'. Karena buset, yang lain jago banget gitu," ungkapnya.
Justru dari situlah, menurutnya, kekuatan film ini muncul. Chemistry dan akting solid dari seluruh pemain mampu membangun emosi yang kuat, membuat cerita terasa lebih hidup dan believable.
"Jadinya kayaknya karena itu deh, menurut saya kekuatan utama dari film ini adalah ensemble-nya yang sangat believable," pungkasnya.
Artikel Terkait
PRIMARIA FEST 2026 Siap Digelar di Empat Kota, Angkat Indonesian Bounce Music ke Panggung Lebih Luas
RCTI Luncurkan Healing Jalur King Nassar, Variety Show yang Padukan Curhat, Musik, dan Empati
Yenny Wahid Akui Salah Dress Code di Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju
Prabowo Hadiri Resepsi Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju, Sebut Ahmad Dhani Sahabat dan Kader Gerindra