Veda Ega Pratama Resmi Masuk Kandang Banteng Merah, Siap Guncang Moto3

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 16:00 WIB
Veda Ega Pratama Resmi Masuk Kandang Banteng Merah, Siap Guncang Moto3

JAKARTA – Dunia balap motor Indonesia baru saja mencatat sejarah. Veda Ega Pratama, wonderkid asal Gunungkidul itu, resmi dikontrak oleh raksasa minuman berenergi, Red Bull. Ini kabar besar, tentu saja.

Dengan bergabungnya Veda, ia kini menjadi satu-satunya atlet Indonesia yang berada di bawah payung sponsor perusahaan asal Austria tersebut. Posisi ini sebelumnya pernah diisi nama-nama besar macam Jonatan Christie di bulu tangkis dan Sanggoe Darma Tanjung di skateboard. Tapi sekarang, Veda sendirian yang memegang tampuk itu.

Menariknya, menjadi juara atau runner-up di Red Bull Rookies Cup tak lantas menjamin seseorang langsung dapat kontrak eksklusif. Nah, di sinilah prestasi Veda berbicara. Posisinya sebagai runner-up di ajang itu pada musim 2025 rupanya menjadi kunci yang membuka pintu kerja sama istimewa ini.

Melalui unggahan di Instagram pribadinya, Kamis (22/1/2026), Veda membagikan momen yang cukup mengharukan. Ia tampak disambut hangat oleh keluarga besar Red Bull di Austria.

"Bersyukur, sebuah babak baru telah dimulai," tulis Veda dalam captionnya.

Dalam video yang beredar, ada momen yang cukup ikonik. Jose Antonio Rueda, juara dunia Moto3 musim lalu, secara simbolis memberikan topi bermerek banteng merah kepada Veda. Gestur itu menandai dimulainya perjalanan barunya sebagai atlet resmi Red Bull.

Bergabungnya pemuda 17 tahun ini ke dalam jajaran "atlet banteng merah" jelas bukan sekadar tempelan logo. Ini adalah sinyal kuat. Talenta balap Indonesia kian diperhitungkan di mata dunia, terlebih saat Veda bersiap untuk debutnya di kelas Moto3.

Prestasinya di ajang penjenjangan ternyata membawa berkah ganda. Berkat finis di tiga besar klasemen akhir Rookies Cup, Veda mendapat izin khusus untuk debut di Moto3 di usia 17 tahun. Ia memanfaatkan aturan pengecualian batas usia minimal 18 tahun sebuah regulasi yang tercipta berkat fenomena Fabio Quartararo dulu.

Jalannya sudah cukup mulus. Sebelum melangkah ke Moto3, Veda sudah lebih dulu menyabet gelar juara Asia Talent Cup 2023. Sekarang, dengan dukungan sponsor yang sama yang menyokong bintang-bintang seperti Jorge Martin dan Pedro Acosta, modalnya untuk bersaing di Grand Prix terasa jauh lebih solid.

Lantas, apa sebenarnya arti dukungan Red Bull ini?

Ini bukan cuma soal dana atau logo di helm dan baju. Sebagai atlet mereka, Veda kemungkinan besar akan mendapat akses ke Red Bull Athletic Performance Center. Di sana, ia akan menjalani pelatihan fisik dan program nutrisi tingkat tinggi, layaknya pembalap elite MotoGP.

Secara mental, memakai branding yang sama dengan legenda seperti Marc Marquez pasti memberi suntikan kepercayaan diri yang besar. Apalagi buat pembalap muda yang harus bertarung di sirkuit-sirkuit Eropa yang ketat.

Di sisi lain, Red Bull punya sistem penjenjangan yang sangat rapi lewat KTM GP Academy. Jika performa Veda di Moto3 konsisten dan cemerlang, jalan menuju Moto2 bahkan MotoGP lewat tim pabrikan KTM akan terbuka lebih lebar. Peluangnya nyata.

Tak bisa dimungkiri, Veda kini memikul harapan yang sangat besar. Ekspektasi publik otomotif Indonesia tentu melonjak seiring status barunya. Tapi, ini justru tantangan yang tepat bagi pembalap yang sudah menunjukkan kematangan luar biasa di usia sangat muda.

Semuanya sudah siap. Sekarang, saatnya Veda Ega Pratama tancap gas di Moto3.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar