Anak Gajah Sumatera Betina Lahir di Taman Nasional Tesso Nilo, Bawa Harapan Baru Konservasi

- Jumat, 12 Juni 2026 | 07:00 WIB
Anak Gajah Sumatera Betina Lahir di Taman Nasional Tesso Nilo, Bawa Harapan Baru Konservasi

Kelahiran seekor anak gajah Sumatera betina di Taman Nasional Tesso Nilo, Pelalawan, Riau, menjadi kabar yang membawa secercah harapan baru bagi upaya konservasi satwa langka tersebut. Anak gajah yang lahir dari induk bernama Ria itu tidak hanya menambah populasi, tetapi juga menjadi simbol optimisme di tengah tekanan besar terhadap kelestarian habitat gajah di alam liar. Kehadirannya disambut antusias oleh berbagai pihak, mulai dari Menteri Kehutanan hingga Kapolda Riau.

Bayi gajah yang diberi nama Nona Seroja itu lahir pada Rabu, 10 Juni 2026, dengan berat badan mencapai 100 hingga 106 kilogram. Kelahirannya terjadi di kawasan Elephants Flying Squad, wilayah I LKB Desa Lubuk Kembang Bungo, Kecamatan Ukui. Uniknya, proses kelahiran ini sama sekali tidak terduga karena induk Ria tidak menunjukkan tanda-tanda kehamilan yang jelas, bahkan setelah dua kali menjalani pemeriksaan USG yang tidak mendeteksi adanya janin.

Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, menyatakan bahwa kelahiran Nona Seroja membuktikan bahwa ekosistem di Taman Nasional Tesso Nilo masih mampu mendukung kehidupan satwa-satwa dilindungi. Menurutnya, di tengah tantangan pelestarian hutan yang semakin berat, peristiwa ini menjadi bukti bahwa alam masih memberikan ruang hidup yang layak bagi gajah Sumatera.

“Mama Ria telah melahirkan seekor anak gajah Sumatera betina dalam kondisi sehat. Kehadiran adik Domang ini menambah harapan bagi masa depan gajah Sumatera di alam liar,” ujar Raja Juli dalam keterangan resminya pada Kamis, 11 Juni 2026.

Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan juga menyambut gembira kelahiran tersebut. Ia menilai peristiwa ini bukan sekadar penambahan jumlah satwa yang dilindungi, melainkan juga sebuah harapan baru bagi keberlangsungan spesies gajah Sumatera di habitat aslinya. “Kelahiran ini bukan hanya menambah populasi satwa yang dilindungi, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi kelestarian gajah Sumatera di habitat alaminya,” kata perwira tinggi yang akrab disapa Herimen itu.

Kegembiraan juga dirasakan oleh Erwin, pawang gajah atau mahout yang sehari-hari merawat induk Ria. Ia mengaku sempat menitikkan air mata saat menyaksikan proses kelahiran Nona Seroja. Momen haru itu pun diabadikan dan diunggah melalui akun Instagram resmi Balai Taman Nasional Tesso Nilo.

“Nggak bisa berkata-kata. Saya tadi itu sebenarnya sampai nangis di situ karena nggak percaya, dari USG juga nggak kelihatan, tiba-tiba dia melahirkan,” ungkap Erwin dalam video yang diunggah pada Kamis, 11 Juni 2026. Perasaan tak percaya dan haru bercampur menjadi satu, mengingat kehamilan induk Ria benar-benar tidak terdeteksi sebelumnya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar