Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,28 persen ke level 5.886 pada perdagangan terakhir, di tengah meningkatnya tekanan jual yang mendominasi pergerakan pasar. Meski demikian, analis memperkirakan indeks masih memiliki ruang untuk berbalik menguat dalam jangka pendek.
Berdasarkan analisis teknikal, posisi IHSG saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 3. Kondisi ini membuka peluang bagi indeks untuk kembali menguji area resistensi di kisaran 6.065 hingga 6.256, yang juga bertepatan dengan garis rata-rata pergerakan 20 hari (MA20). Adapun level support terdekat berada di 5.594 dan 5.344, sementara resistance berikutnya dipatok pada 5.941 dan 6.065.
Sejumlah saham menjadi sorotan karena menunjukkan pola pergerakan yang menarik. Salah satunya adalah PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) yang mencatatkan penguatan 1,67 persen ke posisi Rp1.215 per saham, disertai volume pembelian yang mulai meningkat. Pergerakan ini dinilai sebagai bagian dari wave [iv] dari wave C, sehingga strategi beli saat pelemahan (buy on weakness) direkomendasikan pada rentang harga Rp1.190 hingga Rp1.210. Target harga jangka pendek dipatok di Rp1.290 dan Rp1.390, dengan level stoploss di bawah Rp1.155.
Sementara itu, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) justru mengalami koreksi cukup dalam sebesar 2,60 persen ke level Rp1.500. Tekanan jual yang muncul diperkirakan menempatkan saham ini dalam fase pembentukan wave 4 dari wave C. Untuk itu, analis merekomendasikan strategi trading buy pada kisaran Rp1.440 hingga Rp1.485, dengan target harga Rp1.570 dan Rp1.635. Level stoploss ditetapkan di bawah Rp1.405.
Di sisi lain, PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) terkoreksi tipis 0,72 persen ke Rp274, namun volume pembelian masih mendominasi pergerakannya. Posisi saham ini diperkirakan berada pada wave [iv] dari wave C, sehingga strategi trading buy disarankan pada rentang Rp270 hingga Rp274. Target harga yang dibidik adalah Rp286 dan Rp296, dengan stoploss di bawah Rp268.
Tak ketinggalan, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) mengalami koreksi signifikan sebesar 4,76 persen ke level Rp600. Tekanan jual yang muncul menandakan saham ini tengah berada dalam fase wave [iv] dari wave C. Para investor disarankan menerapkan strategi buy on weakness pada rentang Rp585 hingga Rp600, dengan target harga Rp655 dan Rp695. Level stoploss dipasang di bawah Rp575 untuk mengantisipasi risiko lebih lanjut.
Artikel Terkait
Humpuss Maritim Alih Fokus ke Optimalisasi Aset pada 2026 Usai Ekspansi Besar-Besaran
IPCC Bagikan Dividen Sisa Rp157,6 Miliar untuk Tahun Buku 2025
Wall Street Melonjak setelah Trump Batalkan Serangan ke Iran, SpaceX Siap Debut di Nasdaq
Golden Energy Mines Raih Pinjaman Rp5,5 Triliun dari Bank Mandiri untuk Modal Kerja Anak Usaha