Kondisi jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Sidrap dan Soppeng kembali menjadi sorotan warga setelah kerusakan di sejumlah titik dinilai semakin parah dan mengancam keselamatan pengguna jalan, Selasa (5/5/2026). Lubang-lubang di badan jalan kerap tertutup genangan air saat hujan turun, sehingga sulit terlihat oleh pengendara. Situasi ini meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengguna sepeda motor dan bentor yang melintas setiap hari.
Berdasarkan pantauan di ruas Jalan Poros Allakkuang, permukaan aspal tidak lagi rata. Sejumlah lubang dengan kedalaman berbeda tersebar di beberapa titik, memaksa pengendara mengurangi kecepatan atau mengambil jalur ke sisi jalan demi menghindari kecelakaan. Kondisi ini membuat mobilitas warga terganggu, terutama saat intensitas kendaraan sedang tinggi.
Salah seorang pengemudi bentor, Amir (54), mengaku harus lebih berhati-hati saat melintasi jalur tersebut. Ia menuturkan bahwa genangan air kerap menyembunyikan lubang-lubang berbahaya di aspal.
“Kalau tidak pelan-pelan, bisa jatuh. Apalagi kalau habis hujan, lubangnya tidak kelihatan karena tertutup air,” ujarnya.
Keluhan serupa juga disampaikan Rahmawati (38), warga yang tinggal di sekitar lokasi. Ia menuturkan kerusakan jalan sudah berlangsung cukup lama tanpa penanganan yang berarti. Menurutnya, pemerintah perlu segera turun tangan sebelum insiden yang lebih serius terjadi.
“Sudah lama ini rusak, tapi belum ada perbaikan. Kami harap pemerintah segera turun tangan sebelum ada korban,” katanya.
Sementara itu, warga berharap pemerintah provinsi segera melakukan perbaikan secara menyeluruh. Pasalnya, ruas jalan tersebut merupakan akses vital penghubung Sidrap dan Soppeng serta dilalui kendaraan dengan intensitas tinggi setiap hari. Di sisi lain, kondisi jalan yang rusak tidak hanya mengancam keselamatan, tetapi juga dinilai menghambat mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar jalur tersebut. Tanpa perbaikan yang memadai, kekhawatiran akan terjadinya kecelakaan lalu lintas terus membayangi para pengguna jalan.
Artikel Terkait
Lebih dari 170 Ribu Anak di Sulsel Tidak Sekolah, Remaja Usia SMA Jadi Penyumbang Terbesar
Madura United Hajar Bali United 2-0, Jauh dari Zona Degradasi
Polemik Ikan Sapu-Sapu di Sungai Sa’dan: Pemda Toraja Utara Belum Temukan Bukti, Ahli Dorong Pendekatan Lingkungan
Anggota DPR: Nasib 1,6 Juta Guru Honorer Masih Jauh dari Layak, Negara Dinilai Abaikan Hak Konstitusional