Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait meninjau langsung persiapan pelaksanaan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kelurahan Teritip, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Selasa lalu. Dalam kunjungan tersebut, keduanya tidak hanya berdialog dengan warga, tetapi juga memeriksa secara saksama akurasi data penerima bantuan. Hasil peninjauan menunjukkan bahwa bantuan telah diberikan kepada pihak yang tepat, terlihat dari kondisi bangunan dan kemampuan ekonomi warga yang sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.
Sementara itu, Tito memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Pemerintah Kota Balikpapan atas komitmen mereka dalam mendukung program perumahan rakyat. Kedua daerah tersebut dinilai aktif menambah jumlah bantuan perumahan di wilayah masing-masing. Menurut Tito, skema gotong royong yang melibatkan pemerintah daerah merupakan langkah positif yang patut dicontoh.
“Tadi ada skema gotong royong, pemda juga bergerak. Itu bagus menurut saya. Pemda-pemda yang punya PAD yang baik, bisa mengalokasikan program perumahan,” ungkap Tito dalam keterangannya.
Ia menambahkan bahwa masih banyak masyarakat di daerah yang belum memiliki hunian layak. Oleh karena itu, dukungan semua pihak, terutama dari kepala daerah, sangat dibutuhkan. Tito menekankan bahwa dukungan tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan kepemimpinan di daerah.
Usai meninjau persiapan program BSPS, Tito bersama Ara melanjutkan kegiatan dengan menyaksikan simulasi tender rakyat yang berlangsung di SMPN 13 Kota Balikpapan. Kegiatan tersebut diikuti secara antusias oleh masyarakat setempat. Dalam kesempatan yang sama, Tito juga meluncurkan program BSPS se-Pulau Kalimantan secara virtual dari kawasan tersebut. Peluncuran itu ditandai dengan pemukulan kentongan yang disambut tepuk tangan para hadirin.
Berbagai langkah ini menjadi simbol dukungan kuat Kementerian Dalam Negeri terhadap realisasi program perumahan rakyat. Turut hadir dalam acara tersebut Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud bersama jajaran Forkopimda Provinsi Kalimantan Timur, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud, serta pihak terkait lainnya.
Artikel Terkait
Pemerintah Wajibkan Devisa Ekspor SDA Masuk ke Bank BUMN Mulai 1 Juni 2026
Obesitas Akibat Gaya Hidup Modern, Operasi Bariatrik Jadi Opsi Terapi Medis
Archworks X UPJ Ubah Stigma Arsitektur Elitis Lewat Festival Interaktif di Bintaro
Rupiah Tembus Rp17.424 per Dolar AS, Pemerintah Sebut Tekanan Akibat Faktor Global dan Musiman