Di Dubai, Jumat lalu, sebuah kesepakatan besar untuk Ibu Kota Nusantara akhirnya ditandatangani. Otorita IKN (OIKN) resmi menggandeng grup investor ternama dari Uni Emirat Arab, Ayedh Dejem Group. Nilai investasinya tak main-main: sekitar Rp4 triliun untuk membangun kawasan terpadu di jantung pemerintahan baru.
Acara penandatanganan itu sendiri dihadiri langsung oleh Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi OIKN, Sudiro Roi Santoso, dan sang Chairman, Syeikh Ayedh Dejem. Mereka menyepakati pengembangan lahan seluas 9,7 hektare di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan, tepatnya di area KIPP 1A. Lokasinya strategis, bersebelahan dengan Plaza Bhinneka Tunggal Ika.
Rencananya, di atas lahan itu akan tumbuh sebuah kompleks perkantoran yang modern, dilengkapi area komersial dan pusat perbelanjaan. Tak lupa, fasilitas ibadah berupa masjid juga akan didirikan di sana. Intinya, kawasan itu nantinya diharapkan bisa hidup 24 jam.
Dalam keterangan terpisah, Syeikh Ayedh Dejem menyampaikan optimisme yang tinggi. Baginya, prospek real estat di IKN sejalan dengan geliat ekonomi Indonesia yang terus menguat.
"Pertumbuhan yang signifikan dalam perekonomian Indonesia. Dan Insyaallah ekonomi (di IKN) tumbuh pesat, sehingga membutuhkan proyek yang besar untuk memenuhi kebutuhan," ujarnya, Minggu (25/1).
Dia menambahkan, kekuatan fundamental ekonomi Indonesia dan posisi strategis Dubai sebagai hub ekonomi global menjadi pijakan keyakinannya.
"Bidang kami adalah pengembang real estat. Melihat populasi dan ukuran negara Indonesia yang besar, serta posisi kami dari Dubai yang berada di antara 20 ekonomi terbesar dunia, kami sangat mengharapkan pertumbuhan yang signifikan di bidang pengembangan real estat di Nusantara," katanya.
Artikel Terkait
Potensi Rp 42 Triliun, Pasar Game Indonesia Masih Dikuasai Produk Asing
Sriwijaya Capital Suntik Rp 300 Miliar ke SESNA untuk Proyek Raksasa di Sulawesi
Musim Hujan Tiba, Ini Asupan yang Harus Dikonsumsi dan Dihindari
Pertarungan Politik Mengintai, The Fed Diprediksi Tahan Suku Bunga