Salah satu upayanya, yaitu dengan membentuk Badan Usaha Milik Otorita IKN (BUMO) yang ditugas utamanya untuk menciptakan keramaian di IKN.
Selain menciptakan keramaian, badan usaha ini juga akan mendorong geliat perekonomian perekonomian di IKN. Nantinya, BUMO akan memanfaatkan lokasi-lokasi strategis untuk menjadikan tempat berusaha.
"Badan Usaha Milik Otorita itu kita fokuskan untuk melakukan kegiatan yang mendukung menciptakan keramaian [di] kota ini," kata Basuki saat konferensi pers di IKN, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Senin (20/7).
BUMO mendapat kepercayaan untuk mengelola lini bisnis ritel tersebut. Beberapa fasilitas hiburan yang menunjang keramaian dan penggerak perekonomian di IKN, seperti Bioskop dan Kebun Binatang rencananya juga akan dibangun.
"Misalnya bioskop, justru pemanfaatan infrastruktur yang sudah dibangun di gerai-gerai atau ruangan-ruangan yang di bawah kantor Kemenko di [Jalan] Sumbu Kebangsaan akan dimanfaatkan untuk retail dan itu dikelola oleh BUMO tadi. Termasuk kebun binatang itu ditugaskan nanti kepada BUMO supaya lebih jelas lagi," jelas Basuki.
Berikutnya pria yang akrab dipanggil Pak Bas ini mengatakan bahwa tata kelola manajemen pemerintahan di IKN yang baik dan cepat akan menjadi percontohan kota-kota lain.
Artikel Terkait
Survei Internasional: Jakarta Jadi Kota Teraman Kedua di ASEAN
Presiden Prabowo Dijadwalkan Temui Putin di Rusia Besok, Bahas Energi dan Geopolitik
Ekspor Kendaraan Listrik China Tembus Rekor 349.000 Unit di Tengah Gejolak Harga Minyak
Gibran Soroti Kerugian Rp 9.000 Triliun Akibat Manipulasi Faktur Ekspor-Impor