TEL AVIV Suasana di parlemen Israel, Knesset, Senin lalu, tegang dan penuh pernyataan keras. Dalam sebuah konferensi bertajuk “Gaza-Hari Kemudian”, sejumlah pejabat senior secara terbuka menyerukan pendudukan permanen atas Jalur Gaza. Seruan ini jelas bertolak belakang dengan rencana perdamaian yang didorong Amerika Serikat, yang justru menolak kehadiran militer Israel di wilayah tersebut.
Menteri Kehakiman Yariv Levin, misalnya, bersikukuh dengan klaim teritorial yang luas. Suaranya lantang di ruang itu.
“Kita harus hadir di Gaza dan seluruh Tanah Israel. Ini, pertama dan terutama, adalah negara kita,” ujarnya, seperti dilaporkan Channel 7.
Tak sendirian, anggota parlemen sayap kanan Simcha Rothman juga menyuarakan hal serupa. Ia menegaskan Israel tak boleh kehilangan kendali.
Artikel Terkait
KPK Geledah Rumah Eks Pj Sekda Pati Terkait Kasus Suap Pengisian Jabatan
BNI Siapkan Likuiditas Rp24 Triliun untuk Antisipasi Kebutuhan Lebaran 2026
Sekretaris Kabinet Tegaskan Makan Bergizi Gratis Tak Kurangi Anggaran Pendidikan Lain
Kemnaker Buka Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional 2026 untuk 70 Ribu Lulusan Baru