TEL AVIV Suasana di parlemen Israel, Knesset, Senin lalu, tegang dan penuh pernyataan keras. Dalam sebuah konferensi bertajuk “Gaza-Hari Kemudian”, sejumlah pejabat senior secara terbuka menyerukan pendudukan permanen atas Jalur Gaza. Seruan ini jelas bertolak belakang dengan rencana perdamaian yang didorong Amerika Serikat, yang justru menolak kehadiran militer Israel di wilayah tersebut.
Menteri Kehakiman Yariv Levin, misalnya, bersikukuh dengan klaim teritorial yang luas. Suaranya lantang di ruang itu.
“Kita harus hadir di Gaza dan seluruh Tanah Israel. Ini, pertama dan terutama, adalah negara kita,” ujarnya, seperti dilaporkan Channel 7.
Tak sendirian, anggota parlemen sayap kanan Simcha Rothman juga menyuarakan hal serupa. Ia menegaskan Israel tak boleh kehilangan kendali.
Artikel Terkait
Cuaca Ekstrem Lumpuhkan Kapal Cepat ke Kepulauan Seribu
Target Meleset, Airbus Hanya Kirim 793 Pesawat Sepanjang 2025
Menyingkap Kedung Kayang: Pesona dan Perhatian di Bawah Rindang Merapi
Zahra Muzdalifah Bocorkan Resep Pelatih Ideal untuk Garuda Pertiwi