Sekjen Kabinet Bantah Isu Pemerintah Abaikan Guru, Sebut Tiga Bukti Perhatian

- Jumat, 27 Februari 2026 | 22:15 WIB
Sekjen Kabinet Bantah Isu Pemerintah Abaikan Guru, Sebut Tiga Bukti Perhatian

Sekjen Kabinet Buka Suara Soal Isu Guru Diabaikan

Di tengah hiruk-pikuk isu yang beredar, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya angkat bicara. Ia dengan tegas membantah narasi yang menyebut pemerintah mengabaikan nasib para guru. Pernyataan ini disampaikannya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat lalu, sebagai respons atas berbagai kabar yang berkembang.

“Ada lagi yang bilang, guru-guru tidak diperhatikan. Faktanya, ada tiga nih,” ujar Teddy.

Ia lalu membeberkan poin-poinnya. Pertama, soal guru honorer. Teddy mengakui bahwa kewenangan atas guru honorer memang berada di tangan pemerintah daerah. Namun begitu, pemerintah pusat tak tinggal diam. Mereka memberikan insentif tambahan.

“Insentif itu bukan gaji, insentif itu tambahan. Dan tambahannya ini berapa? Dari tahun 2005 sampai 2025 ada namanya insentif. Dan baru naik di zaman Presiden Prabowo. Menjadi Rp400.000,” sambungnya.

Itu baru langkah pertama. Teddy kemudian menerangkan bentuk perhatian lainnya, yaitu kenaikan tunjangan untuk guru non-ASN. Angkanya cukup signifikan, dari sebelumnya Rp1,5 juta naik menjadi Rp2 juta di tahun ini. Menurutnya, ini bukti nyata yang sulit dibantah.

“Kemudian yang ketiga, apalagi kebijakannya,” lanjut Teddy.

Ia menyoroti perubahan mekanisme penyaluran tunjangan yang langsung dirasakan para pendidik. Dulu, dananya ditransfer dulu ke daerah. Sekarang, sejak tahun lalu, Presiden memberi instruksi agar penyalurannya dilakukan langsung ke rekening guru setiap bulannya. “Dan sudah berjalan,” tegasnya.

Sebelum menyinggung soal guru, Teddy sebenarnya sudah lebih dulu meluruskan isu lain yang tak kalah panas. Ia membantah keras kabar yang menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) bakal memotong porsi anggaran pendidikan. Isu itulah yang kemudian merembet ke tuduhan bahwa sekolah dan guru tak lagi jadi perhatian.

“Kemudian anggarannya, anggaran pendidikan ini sudah disepakati bersama oleh DPR pemerintah termasuk Badan Anggaran DPR tahun lalu pada September kalau tidak salah untuk digunakan di 2026 termasuk isi dan peruntukan dari anggaran pendidikan ini itu ya,” papar Teddy panjang lebar.

Lalu, apa hubungannya dengan program MBG? Teddy punya jawaban singkat dan jelas.

“Kemudian pertanyaannya adalah apakah program makan bergizi ini mengurangi program pendidikan? Oke, saya jawab tidak.”

Penegasan itu ia tutupkan untuk mengakhiri penjelasannya. Intinya, dari dua isu besar tersebut, pemerintah merasa telah mengambil langkah konkret. Terutama untuk meredam kegelisahan yang dirasakan oleh para guru di tanah air.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar