Sekjen Kabinet Buka Suara Soal Isu Guru Diabaikan
Di tengah hiruk-pikuk isu yang beredar, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya angkat bicara. Ia dengan tegas membantah narasi yang menyebut pemerintah mengabaikan nasib para guru. Pernyataan ini disampaikannya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat lalu, sebagai respons atas berbagai kabar yang berkembang.
“Ada lagi yang bilang, guru-guru tidak diperhatikan. Faktanya, ada tiga nih,” ujar Teddy.
Ia lalu membeberkan poin-poinnya. Pertama, soal guru honorer. Teddy mengakui bahwa kewenangan atas guru honorer memang berada di tangan pemerintah daerah. Namun begitu, pemerintah pusat tak tinggal diam. Mereka memberikan insentif tambahan.
“Insentif itu bukan gaji, insentif itu tambahan. Dan tambahannya ini berapa? Dari tahun 2005 sampai 2025 ada namanya insentif. Dan baru naik di zaman Presiden Prabowo. Menjadi Rp400.000,” sambungnya.
Itu baru langkah pertama. Teddy kemudian menerangkan bentuk perhatian lainnya, yaitu kenaikan tunjangan untuk guru non-ASN. Angkanya cukup signifikan, dari sebelumnya Rp1,5 juta naik menjadi Rp2 juta di tahun ini. Menurutnya, ini bukti nyata yang sulit dibantah.
“Kemudian yang ketiga, apalagi kebijakannya,” lanjut Teddy.
Artikel Terkait
KPK Ungkap Keterkaitan Kasus Suap Impor dengan Bisnis Rokok Ilegal
Rp23 Triliun Suntikan Modal Garuda Habis untuk Bayar Utang dan Service Pesawat
Menaker Akan Bahas Usulan THR Cair H-14 Lebaran dengan Presiden Prabowo
Pemerintah Susun RUU Ketenagakerjaan Baru Akomodir Permintaan AS dan Integrasikan Pasal UU Cipta Kerja