“Israel harus tetap mengendalikan Jalur Gaza,” tegas Rothman.
Menurut laporan dari dalam konferensi, diskusi mereka mengerucut pada beberapa proposal konkret. Poin-poinnya antara lain kontrol keamanan Israel yang berkelanjutan, upaya melucuti Hamas sepenuhnya, dan yang paling kontroversial langkah untuk mendorong pengusiran paksa warga Palestina dari Gaza. Ini adalah visi yang jauh dari kompromi.
Yang ironis, semua pernyataan keras ini muncul justru ketika pemerintahan Netanyahu sendiri sudah menyetujui rencana perdamaian yang diusung Presiden AS Donald Trump. Padahal, salah satu pilar utama rencana Trump itu adalah larangan bagi Israel untuk menduduki atau mencaplok Gaza.
Rencana Trump sendiri diluncurkan akhir September lalu, digadang-gadang sebagai jalan keluar dari perang. Isinya cukup komprehensif: mulai gencatan senjata, pertukaran tawanan, hingga penarikan pasukan Israel. Juga ada rencana pembentukan pemerintahan teknokrat dan pengerahan pasukan stabilisasi internasional. Tapi, bagi para politisi di konferensi itu, tampaknya hal itu bukanlah pilihan.
Artikel Terkait
Cuaca Ekstrem Lumpuhkan Kapal Cepat ke Kepulauan Seribu
Target Meleset, Airbus Hanya Kirim 793 Pesawat Sepanjang 2025
Menyingkap Kedung Kayang: Pesona dan Perhatian di Bawah Rindang Merapi
Zahra Muzdalifah Bocorkan Resep Pelatih Ideal untuk Garuda Pertiwi