Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya angkat bicara soal isu yang sempat beredar. Ia memastikan, program Makan Bergizi Gratis sama sekali tidak akan memotong atau menghilangkan program pendidikan lain yang sudah berjalan. Justru, anggaran untuk MBG ini diambil dari pos pendidikan yang sudah ditetapkan dalam APBN.
“Jadi namanya anggaran pendidikan itu 20 persen dari APBN. Nah, di tahun ini, Rp769,1 triliun itu 20 persen. Dan itu anggaran pendidikan,” jelas Teddy saat ditemui wartawan di sekitar Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat lalu.
Menurutnya, anggaran pendidikan itu isinya banyak. Peruntukannya pun bermacam-macam. Ia menegaskan, keputusan tentang besaran dan alokasi dana pendidikan ini bukanlah hal yang dibuat sembarangan. Semuanya telah melalui proses persetujuan bersama antara pemerintah dan DPR RI, termasuk pembahasan mendalam di Badan Anggaran.
“Dan isinya, peruntukannya itu sudah disepakati bersama tahun lalu oleh pemerintah, DPR, dan Badan Anggaran DPR. Yang mana Ketua Banggar-nya juga PDIP, gitu kira-kira,” ujar Teddy.
Di sisi lain, Teddy merasa perlu meluruskan narasi yang ia anggap keliru. Beredarnya isu bahwa MBG akan mengurangi anggaran pendidikan hingga berimbas pada terbengkalainya sekolah dan nasib guru, dibantahnya tegas.
“Saya ingin meluruskan pemahaman dan narasi yang keliru,” tegasnya.
“Jadi, kemarin ada pihak, sedikit pihak yang menyampaikan bahwa program Makan Bergizi Gratis itu mengurangi program dan anggaran pendidikan. Sehingga sekolah terbengkalai, kemudian guru-guru tidak diperhatikan. Jadi, saya mau jawab itu narasi yang keliru.”
Ia justru melihat program pemberian makan bergizi ini sebagai sebuah fondasi. Sebuah langkah awal yang penting untuk membangun kualitas pendidikan ke depan. Jadi, bukan pengurangan, melainkan penambahan upaya dalam kerangka besar anggaran pendidikan yang sudah ada.
Intinya, semua sudah diatur. Dan tidak ada yang dikorbankan.
Artikel Terkait
Bapanas Pantau Stabilitas Harga dan Pasokan Pangan di Banten Pasca-Lebaran
Menteri ESDM: Indonesia Kejar Pasokan Minyak Mentah dari Rusia untuk Tutupi Defisit Energi
Kemenperin Antisipasi Gangguan Rantai Pasok Petrokimia Akibat Gejolak Selat Hormuz
Kementerian Kehutanan Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Riau Cegah Karhutla