PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) berhasil mencatatkan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp10 triliun sekaligus melampaui angka satu juta pembukaan rekening sejak resmi bertransformasi menjadi bank digital pada awal tahun 2024. Pencapaian ini menjadi salah satu indikator utama penerimaan pasar terhadap layanan perbankan digital yang dikembangkan perseroan.
Manajemen menyebutkan bahwa pertumbuhan tersebut diperoleh secara organik, didorong oleh pengembangan produk dan layanan perbankan digital yang ditawarkan kepada nasabah. Presiden Direktur Krom Bank Indonesia, Anton Hermawan, menegaskan bahwa capaian itu diraih sebelum optimalisasi sinergi dengan ekosistem Kredivo Group, yang merupakan pemegang saham pengendali perseroan.
"Kami melihat capaian ini sebagai fondasi untuk pengembangan bisnis pada fase berikutnya," ujar Anton dalam keterangan tertulis yang diterima beberapa waktu lalu.
Di tengah persaingan industri bank digital yang semakin ketat, Krom Bank mengklaim mampu mempertahankan profitabilitas secara konsisten sejak mulai beroperasi sebagai bank digital. Kinerja tersebut, menurut perseroan, mencerminkan upaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kesehatan keuangan.
Sementara itu, ke depan Krom Bank berencana memperluas layanan melalui pengembangan fitur pembayaran dan penyaluran kredit. Perseroan juga akan mulai meningkatkan integrasi dengan ekosistem Kredivo Group guna memperluas jangkauan layanan kepada basis pengguna yang lebih besar. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pertumbuhan tahap berikutnya setelah perseroan berhasil membangun basis dana dan nasabah dalam dua tahun terakhir.
Sebagai informasi, saham BBSI merupakan salah satu emiten sektor perbankan yang berfokus pada pengembangan layanan digital. Perseroan berada di bawah naungan Kredivo Group, yang juga bergerak di bidang layanan kredit digital dan teknologi keuangan.
Artikel Terkait
33 Komunitas dan MNC Insurance Ramaikan Festival Kendaraan Klasik The Heritage Vol. 1 di Lembang
Elnusa Raih Kredit 20 Juta Dolar AS dari BRI untuk Perkuat Modal Kerja
Penumpukan 3.100 Kontainer di Tanjung Priok Hambat Logistik, Menkeu Minta Operasional 24 Jam dan Sanksi bagi Importir
Ekonom: Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Kokoh, Masyarakat Tak Perlu Khawatir Berlebihan