Menyongsong Lebaran 2026, BNI tak main-main. Bank plat merah ini menggelontorkan dana tunai hampir Rp24 triliun, tepatnya Rp23,97 triliun, buat jaga-jaga. Kenapa sebanyak itu? Ya, antisipasi aja. Biasanya nih, jelang Idulfitri, kebutuhan masyarakat melonjak drastis mulai dari narik THR, belanja keperluan hari raya, sampai siap-siap buat mudik. Puncak arus mudik sendiri diprediksi berlangsung sekitar 11 hingga 24 Maret nanti.
Okki Rushartomo, Corporate Secretary BNI, bilang kalau persiapan likuiditas ini sudah dihitung matang. Mereka menyesuaikan dengan proyeksi kebutuhan yang pasti bakal naik.
ujar Okki dalam rilis resminya, Jumat lalu (27/2/2026).
Nah, dari total tadi, sebagian besar sekitar Rp16,64 triliun ditujukan buat ngisi ATM dan mesin Cash Recycle Machine (CRM). Sisa lainnya, Rp7,33 triliun, disimpan buat cadangan transaksi di berbagai kantor cabang. Per harinya, BNI memperkirakan kebutuhan uang tunai bisa menyentuh angka Rp1,71 triliun. Angka itu nggak ngawur, lho. Mereka lihat dari tren tahun-tahun sebelumnya yang selalu naik.
Soal layanan, BNI juga siap buka kantor cabang secara terbatas saat libur. Tanggal 20 Maret nanti, 23 outlet yang buka. Lalu, tiga hari setelahnya, tepatnya 23 Maret, bertambah jadi 32 outlet. Jam operasinya singkat, cuma dari pukul 10.00 sampai 12.00 waktu setempat. Meski terbatas, layanannya cukup vital: bisa buat setoran BBM Pertamina atau Bulog, terima penerimaan negara, transfer antarrekening BNI, sampai setor dan tarik tunai.
Artikel Terkait
Indonesia Kecam Aneksasi Israel di Tepi Barat sebagai Pelanggaran Hukum Internasional
KPK Geledah Rumah Eks Pj Sekda Pati Terkait Kasus Suap Pengisian Jabatan
Sekretaris Kabinet Tegaskan Makan Bergizi Gratis Tak Kurangi Anggaran Pendidikan Lain
Kemnaker Buka Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional 2026 untuk 70 Ribu Lulusan Baru