Jusuf Kalla Kenang Peran Ryamizard Ryacudu dalam Penanganan Konflik Aceh dan Tsunami

- Senin, 01 Juni 2026 | 00:25 WIB
Jusuf Kalla Kenang Peran Ryamizard Ryacudu dalam Penanganan Konflik Aceh dan Tsunami

Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI, Jusuf Kalla, melayat ke rumah duka mantan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu di kawasan Cikeas, Bogor, pada Minggu (31/5/2026). Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan kesan mendalam terhadap peran dan kebijakan almarhum semasa aktif di tubuh TNI.

“Semua ini mengesankan bahwa beliau itu mempunyai suatu peran dalam keamanan negara ini, pertahanan negara ini, dan kita menghormati jasa-jasa beliau,” ujar JK kepada wartawan di lokasi.

JK mengaku sangat berduka atas kepergian Ryamizard yang dikenal sebagai jenderal dari keluarga besar militer. Ia pun mengenang momen-momen penting bersama almarhum, khususnya saat penanganan konflik dan bencana tsunami di Aceh. Menurut JK, hubungan baik keduanya telah terjalin sejak Ryamizard menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad).

“Waktu saya pertama, beliau Kasad. Kita punya hubungan baik. Pada waktu penyelesaian Aceh banyak membantu, waktu tsunami, macam-macam juga upaya penyelesaian Aceh itu. Selanjutnya beliau menjadi Menteri Pertahanan juga,” tuturnya.

JK menambahkan, kedekatannya dengan Ryamizard lebih banyak terjalin saat sama-sama mengemban tugas di pemerintahan. Ia menilai almarhum termasuk salah satu tokoh yang berjasa dalam penyelesaian musibah tsunami di Aceh pada masa lalu.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang turut hadir di rumah duka menyampaikan belasungkawa. Ia mengaku sangat terkesan dengan almarhum, terutama saat menjabat Menteri Pertahanan di Kabinet 2014–2019. Menurut Airlangga, Ryamizard dikenal sebagai sosok yang mendorong keterlibatan sipil dalam program bela negara.

“Ikut berduka cita atas wafatnya Bang Ryamizard Ryacudu. Beliau bersama di kabinet tahun 2014–2019. Apa yang selalu diingat, beliau mendorong keterlibatan sipil di dalam bela negara. Itu merupakan sebuah kebijakan yang pada waktu itu cukup menonjol. Tentu Bang Ryamizard ini seorang nasionalis militer dan kami semua kehilangan. Beliau orang baik,” ucap Airlangga.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar