Pembunuhan Pensiunan JICT di Bekasi Terungkap, Pelaku Beraksi karena Lihat Rumahnya "Paling Besar"
Polisi akhirnya mengungkap kasus tragis yang menimpa seorang pensiunan karyawan Jakarta International Container Terminal (JICT). Ermanto Usman ditemukan tewas di rumahnya di Bekasi, Jawa Barat. Yang mengejutkan, pelakunya ternyata seorang perampok berinisial S yang sama sekali tidak mengenal korbannya.
Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imannudin, menjelaskan hal itu dalam jumpa pers Rabu (10/3/2026). Motifnya jelas: pencurian. "Motif pencurian atau pembunuhan yang dilakukan dalam rangkaian pencurian oleh tersangka tersebut," tegas Iman.
Menurutnya, pelaku tidak punya target spesifik. Ia beraksi secara acak. Rumah Ermanto dipilih begitu saja karena tampak paling besar di area tersebut, membuat pelaku menduga isi harta di dalamnya melimpah.
"Kami luruskan hasil penyidikan, yang didukung alat bukti barang bukti, keterangan saksi bahwa pelaku tidak memiliki target spesifik. Saat itu, pelaku melihat bahwa rumah tersebut adalah rumah paling besar sehingga pelaku mengira di sana bisa memperoleh cukup banyak benda barang yang dicari," jelas Iman.
Namun begitu, aksi malam itu berubah jadi mimpi buruk. Saat S sedang membongkar jendela dengan linggis, korban dan istrinya terbangun. Rupanya, alarm sahur yang memecah keheningan.
Panik. Itulah yang mendorong pelaku. Iman menuturkan, tersangka langsung menghajar istri korban dengan linggis yang dibawanya saat wanita itu menyalakan lampu.
"Tersangka kaget pada saat tersangka sedang melakukan pencurian, korban terbangun mendengar alarm sahur. Saat korban perempuan menyalakan listrik bertemu dengan tersangka, dan tersangka memukulkan linggis yang digunakan untuk mencongkel jendela," paparnya.
"Saat memukul korban perempuan karena pintu kamar terbuka, tersangka melihat korban laki-laki dalam keadaan duduk, karena panik serta," imbuh Iman, menyambung kronologi.
Ermanto pun tak berkutik. Ia ditemukan bersimbah darah dan meninggal dunia. Sang istri selamat, tapi kondisinya kritis akibat luka berat dan masih dirawat intensif di rumah sakit.
Peristiwa mengerikan ini terjadi pada Senin (2/3). Tujuh hari kemudian, tepatnya Senin (9/3) pukul 18.54, pelaku berhasil diciduk tim Jatanras Polda Metro Jaya di kawasan Cilincing, Jakarta Utara. Kini, S telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dan mendekam di tahanan.
Artikel Terkait
Polisi Bongkar Ladang Ganja 20 Hektare di Empat Lawang, Amankan 220 Kilogram Narkoba Siap Edar
Merek Mobil China Kuasai Pasar Bosnia di Tengah Lonjakan Harga BBM dan Krisis Energi
Israel Tunjuk Duta Besar Pertama untuk Somaliland, Perkuat Hubungan dengan Wilayah Pecahan Somalia
Pemuda Tewas dalam Kebakaran di Tallo, Pelaku Didiksa ODGJ Kakak Korban