Cuaca ekstrem yang melanda Bener Meriah beberapa waktu lalu memang menyisakan duka. Tapi, di tengah situasi itu, ada upaya nyata untuk bangkit. Kementerian Sosial baru saja menuntaskan penyaluran tahap pertama bantuan jaminan hidup atau Jadup untuk korban bencana di sana. Nilainya tak main-main, mencapai Rp 2,07 miliar.
Bantuan itu menyentuh 4.611 jiwa, atau setara dengan 1.242 kepala keluarga. Tujuannya jelas: memastikan kebutuhan pokok mereka terpenuhi setidaknya untuk 30 hari ke depan, saat roda ekonomi mereka sempat terhenti.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menekankan pentingnya bantuan ini.
“Setelah bencana, penghasilan warga banyak yang terhenti. Bantuan Jadup ini supaya kebutuhan sehari-hari mereka tetap terpenuhi selama masa pemulihan,” ujar Gus Ipul lewat keterangan tertulis pada Kamis (26/2/2026).
Penyalurannya sendiri berlangsung dari 16 hingga 22 Februari lalu, menjangkau sepuluh kecamatan yang paling terdampak. Mulai dari Timang Gajah, Wih Pesam, hingga Permata. Prosesnya dimulai dari Direktorat PSKBA Kemensos yang menyerahkan bantuan ke Pemerintah Kabupaten, lalu dilanjutkan dengan distribusi langsung ke titik-titik penerima di lapangan.
Artikel Terkait
Gagalnya Perundingan AS-Iran Dorong Harga Minyak Tembus US$100, Saham Migas RI Menguat
Foton eMiler, Truk Listrik dengan Kabin Lapang dan Akselerasi Halus, Siap Operasi di Indonesia
Dolar AS Melonjak ke Level Tertinggi Seminggu Usai Trump Perintahkan Blokade Selat Hormuz
Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,86 Juta per Gram, Harga Buyback Turun Rp42 Ribu