Malam itu, suasana di Dermaga PT SPA Serapung terasa lengang. Kohai dan lima kawannya terpaksa bersandar di sana sejak Selasa sore, menunggu air pasang agar pompong mereka bisa kembali melanjutkan perjalanan. Sungai yang surut membuat mereka terhenti. Tak ada yang menyangka, jeda yang seharusnya biasa itu akan berubah jadi mencekam.
Sekitar pukul 23.30 WIB, Rabu dini hari tanggal 25 Februari 2026, ketenangan itu pecah. Dari arah semak-semak di daratan, seekor Harimau Sumatra tiba-tiba melesat keluar. Tanpa ampun, satwa langka itu langsung menerkam Kohai di bagian belakang kepalanya.
Kepala Balai Besar KSDA Riau, Supartono, menjelaskan kronologi kejadian itu pada Jumat (27/2).
"Pada saat para warga beristirahat di atas tabut atau pompong, seekor Harimau Sumatra tiba-tiba muncul dari arah daratan atau semak-semak di sekitar dermaga dan langsung menerkam korban pada bagian belakang kepala,"
Salah seorang rekan korban yang menyaksikan langsung teriakan minta tolong. Petugas keamanan yang berjaga di pos dermaga pun segera bergegas. Mereka berusaha mengamankan situasi yang kacau itu dan segera mengevakuasi Kohai yang terluka.
Pertolongan pertama diberikan di Pos P3K perusahaan. Namun karena lukanya serius, korban akhirnya dirujuk ke Puskesmas Penyalai untuk penanganan yang lebih memadai. Proses evakuasi berlangsung cepat, tapi suasana mencekamnya masih terasa.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan dari BBKSDA Riau masih berkeliaran di sekitar lokasi kejadian. Mereka memantau pergerakan harimau tersebut dan berupaya melakukan mitigasi. Tujuannya jelas: mencegah terulangnya tragedi serupa dan menjaga warga sekitar.
Supartono juga mengeluarkan imbauan khusus untuk masyarakat.
"Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, menghindari aktivitas di area rawan pada malam hari, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan keberadaan satwa liar di sekitar permukiman,"
Laporan awal insiden ini sendiri diterima BBKSDA Riau dari pihak PT SPA Serapung. Peristiwa ini terjadi di Desa Teluk, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan. Sebuah pengingat keras betapa tipisnya batas antara permukiman kita dan habitat satwa liar yang semakin terdesak.
(MI/Rudi Kurniawansyah)
Artikel Terkait
Netanyahu Setujui Gencatan Senjata 10 Hari dengan Lebanon, Pasukan Israel Tetap di Zona Keamanan
Indonesia Siap Ekspor Pupuk Urea ke India, Pastikan Stok Dalam Negeri Aman
Messi Resmi Jadi Pemilik Klub Divisi Lima Spanyol, UE Cornellà
Ketua Ombudsman Ditahan, Tersangka Suap Rp1,5 Miliar Terkait Nikel